Showing posts with label Iseng. Show all posts
Showing posts with label Iseng. Show all posts

Saturday, May 12, 2012

Rant: Lack of Update

I apologize for lack of update for several weeks ago and, unfortunately, for several weeks to come. Last month I was sent by my workplace into one of it's branch of office on Kalimantan (or Borneo Island for some of you know it). And I got quite busy with my new workplace, with my new position, etc.

My last article (review of a locally branded headphone you could find it here) is several weeks old now, and I just can't find time (or mood) to write new articles. Las week my phones which also work as my modem, got lost while I'm on the road. So now I have no internet connections. This update is written on an internet cafe which pretty expensive and not very comfortable. Definitely not gonna improve my writting mood. Oh, and no more article about Nexian Cosmic Journey a.k.a. Gsmart G1315. Sorry.

I got several things to review: ebook reader and several novels. I got my hand on Indonesian version of Earthsea Trilogy, but I haven't got time to read them yet as right now I'm trying finishing rereading The Wheel of Time series (I'm at book eleven, The Knife of Dream). It's really a great series, and no matter how many times I reread it, it always gave me this chills and excitement. I wholeheartly recommend you to read it.

I enjoy my stay here at Balikpapan very much. Lot of people here comes from Java Island, so it felt like I'm at my birthplace. The food is alright, although everything tasted rather sweet, sweeter than I used to be, and quite bland, product of how expensive spice here, but nothing unmanagable. Actually, every things is more expensive here than Jakarta!

Balikpapan is really a clean city, I heard it's the second cleanest city after Singapore for Eastwest Asia. That's not a small feat, considering Balikpapan had several oil processing plants and some factories. Balikpapan also had clean and fresh air, and lot of hills (or what they call as "Gunung" or Mountain in English). Rather hot on the day, and some night also, but nothing like my birthplace at the middle of the dry season is.

So, that's all. I will try to give update as soon as possible. I hope I can obtain internet connection soon, or I will go MAD. I really can't live without internet, thingking about it made me shudder. Brrr... the horror...

Sunday, October 23, 2011

Aneka Ria

Aneka Ria? Seperti judul acara televisi ya? Hehehe saya rasa cocok untuk tulisan kali ini. Ya, seperti namanya, tulisan kali ini isinya ada beberapa macam dan saya harap, bisa membuat anda ceria.

Oke, langsung saja, cerita satu: JAMBU.
Awalnya saat saya membeli teh dalam botol dengan rasa jambu. Iseng-iseng saya putar-putar botolnya dan JENG JENG!!! (efek suara, biar agak dramatis sedikit) mata saya tertuju pada tulisan di kemasan botolnya:

"MINUMAN TEH RASA JAMBU KLUTUK".


Oooo-kay....... Jambu Klutuk. JAMBU KLUTUK!?!?! Eeeee bukankah seharusnya Jambu BATU ya?!?!

Penasaran, saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Online (di sini) dan melakukan pencarian. Hasilnya ada beberapa istilah untuk jambu, diantaranya Jambu Batu yang sama artinya dengan Jambu Biji (Eugenia jambos) dan Jambu Bol (Psidium guajava). Jika melihat versi Inggrisnya yang menggunakan nama GUAVA, saya rasa terjemahan yang lebih tepat adalah Jambu Bol.
Jadi, tulisan di kemasan minuman teh dalam botol tersebut seharusnya adalah:
"MINUMAN TEH RASA JAMBU BOL".
Hihihihihihihi.... aneh juga ya?!?!

Cerita dua: HOT.
Masih berkaitan dengan minuman teh dalam botol, kali ini saya tiba-tiba ingin minum es. Dikarenakan tidak ada warung yang buka, akhirnya saya harus memuaskan diri dengan teh dalam botol dingin. Setidaknya kan sama-sama dingin hehehe...

Saya lumayan suka teh dalam botol yang beraroma jambu BOL (lihat cerita pertama). Kali ini saya menemukan rasa yang agak aneh, ugh, unik: "MINUMANN TEH RASA JAMBU KLUTUK & SENSASI PEDAS". Lebih karena iseng dari pada penasaran, saya ambil minuman tersebut.
Tulisan di kemasan.
Foto lebih dekat tulisan di kemasan.
 Dan rasanya? JENG JENG JENG!!! (lagi-lagi efek suara) rasanya... emmmmm... mmmmm....susah diungkapkan dengan banyak kata, namun saya rasa bisa digambarkan dengan kata ANEH.

Yup, rasanya aneh, aroma jambu dengan pedas-pedas yang tidak pedas, dengan bumbu rasa dan aroma LANGU (apa itu langu? silakan cari di KBBI online). Benar-benar membuat kapok, bukan karena pedas, tetapi karena aneh hihihihi.... Mas-mas, mbak-mbak, bapak-bapak, atau ibu-ibu yang di bagian R&D teh dalam botol, coba deh, dirasakan dulu rasa produk anda sebelum dipasarkan, sebab saya berani bilang, produk percobaan anda kali ini adalah GAGAL TOTAL. Saya rasa ada yang salah dengan lidah para tester dan orang-orang di R&D hihihi....

Cerita tiga: Terjemahan.
Kalau dua cerita sebelumnya menceritakan tentang teh dalam botol, kali ini cerita mengenai pengalaman saya saat berkunjung ke toko Gramedia di daerah Matraman Jakarta. Seperti penduduk Jakarta dan pecinta buku Jakarta ketahui, Gramedia Matraman ini termasuk Gramedia terbesar, dengan 3 lantai berisi berbagai macam buku plus lantai dasar (kenapa ya, kok disebut lantai dasar bukan lantai satu?!?) berisi berbagai macam ATK dan perlengkapan lainnya.

Saya ke Gramedia dengan berat hati untuk membeli buku mengenai pergudangan. Dan saat di sana, entah kenapa kaki saya tiba-tiba berbelok dan melangkah dengan mantab menuju rak bagian............. novel. Go figures.
Anyway, di bagian novel tersebut saya melihat ada beberapa sampul novel dengan judul yang rasa-rasanya akrab di ingatan saya: (dalam huruf kecil-kecil) A House of Night Novel dan dibawahnya (dalam huruf besar-besar) Betrayed dan dibawahnya lagi (dalam huruf sedang) Dikhianati.
Halaman sampul novel kedua House of Night: Betrayed. Modelnya cantik hehe.
 Yep, seri novel House of Night ternyata sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dan sudah sampai ke novel kedua. Untuk versi aslinya sendiri sudah sampai seri ke delapan, dengan satu novela pendek dan novel ke sembilan akan dirilis tanggal 25 Oktober nanti.

Saya sebenarnya sudah lama berniat melakukan ulasan seri novel ini, tapi belum sempat hehehehe.... Jadi untuk yang belum membaca dan ragu untuk memulai seri ini, silakan tunggu satu minggu kedepan, saya akan buat ulasannya, dari seri pertama sampai ke sembilan (no spoiler, janji!). Tapi untuk versi aslinya loh ya, versi bahasa Inggrisnya, sebab saya memang belum membaca yang versi terjemahannya hehehehe...

Anyway, sepertinya semakin banyak novel fantasi yang saya ikuti yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. setelah seri Vampire Academy, lalu ada seri The Wheel of Time, lalu seri House of Night. Kapan ya, Mistborn Trilogy masuk ke sini? Kalau setahu saya, The Painted Man dari Demon Trilogy sudah masuk (saya tidak tahu apakah Desert Spear, seri keduanya, sudah diterjemahkan atau belum). Untuk trilogi The Black Jewels, saya pesimis bisa masuk ke sini dikarenakan ceritanya yang cukup agak erotis.

Anyway, ini foto sampul The Wheel of Time buku pertama yang saya temui di Gramedia:
Sampul versi Indonesia.
Ada banyak buku!!

Komen tentang sampulnya? Permainan warna, huruf, hiasan, grafis bagus, tapi modelnya jelek, dan sangat tidak sesuai dengan deskripsi dari tiga karakter utama (saya menebak tiga orang di depan itu adalah Rand ditengah, Mat, adalah yang berambut keriting di samping kiri dan Perrin di samping kanan). Kalau anda sudah membaca novelnya sampai buku ke-12 (seingat saya), pasti anda akan setuju dengan impresi saya.

Saya hampir kalap saat melihat jajaran buku-buku menarik di Gramedia: The Little House series (karya Laura Ingalls Wilder, tentang pembukaan Amerika, kehidupan para pioneer. Veri Indonesia), lalu ada Sapta Siaga dan Lima Sekawan (berturut-turut Secret Seven dan Famous Five versi Indonesia, karya Enid Blyton) lalu ada karya klasik Jules Verne, dan JENG JENG JENG!!! (semoga belum bosan dengan efek suara ini) novel-novel karya N.H Dini, seorang novelis wanita klasik Indonesia. Saya terutama nafsu sekali melihat novel Langit dan Bumi Sahabat Kami, satu judul dari tiga buku kenangan masa kecil N.H. Dini (dua buku lainnya berjudul Sebuah Lorong di Kotaku dan Padang Ilalang di Belakang Rumah). Dan akhirnya buku tersebut sukses saya bawa pulang hehehe. FYI, novel-novel yang saya sebutkan di atas adalah judul novel-novel yang menemani saya dari SD hingga SMA. Karena itulah novel-novel tersebut memiliki tempat tersendiri di hati saya sambil menghapus setitik air mata.

Yap, sekian berbagi pengalaman saya, mohon maaf jika membosankan, dan terima kasih jika menghibur.

Wednesday, December 30, 2009

Gakuen Alice: A Review

Iseng-iseng membuka situs scanlation online, saya melihat ke daftar Most Popular Manga yang ada di situs tersebut dan melihat nama manga Gakuen Alice berada di peringkat pertama, di atas Naruto. Penasaran, saya mengklik tumbnail Gakuen Alice yang juga berfungsi sebagai tautan ke halaman baca.

Kesan awal, artwork-nya sederhana, bersih, dan sedikit kekanakan. Well, bisa dimengerti karena tokoh utama cerita ini memang anak perempuan berusia 10 tahun. Tapi saat melihat disain karakter, terlihat jelas kalau manga ini beraliran shoujo (manga yang sasaran utamanya adalah anak perempuan, walau anak laki-laki juga tidak larang jika ingin ikut membaca), seperti banyaknya karakter-karakter yang cute, bishounen, polos, naif, kekanakan dan semacamnya. Sekali lagi, bisa dimengerti.

Oke, cerita. Manga ini bercerita tentang Mikan Sakura yang pergi ke Tokyo untuk menyusul sahabat dekatnya yang pindah sekolah ke sekolah khusus untuk anak berbakat. Sesampainya di sana, Mikan Sakura mendapati bahwa sekolah tersebut ternyata bukan untuk anak berbakat yang 'biasa', tetapi untuk anak-anak dengan bakat kekuatan super yang disebut 'alice' (karena itulah manga ini berjudul Gakuen Alice - Alice's School atau Shcool for Alice). Setelah kejadian kecil, Mikan Sakura akhirnya berhasil masuk ke sekolah tersebut. Di sekolah ini, Mikan Sakura menemukan berbagai hal, baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan.

Cerita bergulir dengan sederhana, tapi lancar. Cara mangaka-nya bercerita cukup bagus Ada banyak hal-hal lucu di sini, dari hal-hal kecil yang membuat tersenyum, hingga yang membuat tertawa. Di setiap chapter, selalu ada kejadian yang membuat kita ber-"oooohhh.... so sweet...." seperti itu. Betul-betul cerita yang membawa suasana baru setelah membaca cerita-cerita tragedi ala Clamp, Naruto, ataupun atmosfir gelap dan seram ala Bleach.

Saat ini saya baru mencapai Volume 3 atau Chapter 13 (manga-nya sendiri saat ini sudah mencapai Volume 21 atau Chapter 124), jadi saya tidak tahu akan seperti apa jalan cerita berikutnya, karena jujur saja, cerita sweet seperti ini, jika tidak diberi twist yang segar, akan cepat membuat bosan. Tapi bisa saja cerita yang sweet berubah menjadi gloom and doom seperti kebanyakan cerita Clamp (X-1999, Kohaku, dan sepertinya menuju ke arah yang sama: Kobato). Jadi kita nantikan saja kelanjutannya, untuk saat ini, cukup dinikmati suasana ringan, manis, hangat dan ceria yang dibawa Gakuen Alice. Selamat membaca!

Tambahan 1:
Tiap chapter lumayan panjang, bisa mencapai 30-35 halaman, jauh lebih panjang dari chapter manga mingguan biasa yang umumnya hanya 15-an halaman. Menurut saya, panjangnya tiap chapter mungkin dikarenakan cara bercerita yang cukup perlahan, santai, jadi tiap halaman tidak memberikan kesan 'penuh informasi'. Cukup memberikan angin segar setelah membaca fast-paced manga yang umum dijumpai di shounen seperti Naruto, Bleach, dan OnePiece. Tapi slow-paced seperti ini sudah umum di manga-manga shoujo. Dari ceritanya sendiri, ada petunjuk-petunjuk kecil yang menunjukkan ada kejutan besar menanti di alur cerita. Tapi kejutannya apa, masih belum jelas. Saat ini, (Volume 4 Chapter 20), cerita masih berkisar di cerita-cerita ringan penuh tawa.

Tuesday, December 22, 2009

Mashup: Already Gone vs Halo

Untuk yang sudah pernah mendengar lagu Already Gone dari Kelly Clarkson, pasti merasa seperti ada kemiripan dengan lagu Halo dari Beyonce. Bahkan di internet sendiri Kelly Clarkson sudah mengemukakan kekecewaannya:

Ryan and I met each other at the record label, before he was working with anyone else ... We wrote about six songs together, four or five of them made the album. It was all fine and dandy. I’d never heard of a song called 'Halo'. Beyoncé's album came out when my album was already being printed. No-one’s gonna be sittin' at home, thinking 'Man, Ryan Tedder gave Beyoncé and Kelly the same track to write to.' No, they’re just gonna be saying I ripped someone off. I called Ryan and said, 'I don’t understand. Why would you do that?'
Quoted from Wikipedia
Dan Ryan Tedder pun memberikan pendapatnya:
Already Gone' is one of the best songs I've written or produced since 'Bleeding Love' and stands tall on it's [sic] own merits apart from 'Halo.' They are two entirely different songs conceptually, melodically, [and] lyrically and I would never try to dupe an artist such as Kelly Clarkson or Beyoncé into recording over the same musical track, the idea is both hurtful [and] absurd. I think when people hear 'Already Gone' they will hear what I hear—one of the greatest female vocalists on earth giving her most haunting and heart-breaking performance on a song she helped write. I challenge people to listen and form their own opinions
Quoted from Wikipedia
Wakakakakakakaka...
Btw, untuk yang masih merasa tidak percaya, silakan dengarkan sendiri versi mashup Halo vs. Already Gone di youtube, ada banyak sekali, baik Already Gone musik Halo maupun sebaliknya.

Untuk yang ingin mencoba membuiktikan sendiri (seperti saya ehm ehm), caranya mudah sekali. Pertama anda butuh berkas lagu Already Gone dan Halo. Kedua, perangkat lunak pengedit audio, contoh yang gratis Audacity. Ketiga, waktu hehehehe.
Langkah-langkahnya:
  1. Buka kedua file lagu di Audacity.
  2. Satukan kedua file tersebut di satu file, bisa dengan menyalinkan kedua track ke satu track baru atau (yang seperti saya lakukan), menyalinkan satu track ke track lagu lain.
  3. Samakan tempo kedua lagu. Already Gone memiliki tempo lagu 74 bpm (beat per minute), sedangkan tempo Halo adalah 80 bpm.
  4. Geser track dari Already Gone sehingga sejajar dengan saat dimulainya instrument Halo (lagu Halo memiliki fade in intro yang cukup lama). Contoh tangkapan layarnya seperti ini:





  5. Tekan tombol putar, dan rasakan persamaannya!
Hmm... saya jadi penasaran, kira-kira kedua lagu tersebut dengan demo lagu dari Ryan Tedder yang berjudul Gravity kira-kira ada persamaan tidak yah? Jadi penasaran..... gegegegegegege (evil smirk)




Update 1: setelah mencoba mengutik-utik menggunakan Audacity dan hasilnya ternyata.......
SAMA (blok untuk melihat).

Update 2: (blok untuk melihat) apa harus ganti judul yah? jadi Mashup: Already Gone vs Halo vs Gravity gegegegegege

Monday, November 30, 2009

Desktop Of The Week

Yap, inilah tampilan desktop linux saya kali ini.... Sehabis memasang Kubuntu kustom, dilanjutkan dengan kustomisasi agar nyaman saat digunakan. Kubuntu merupakan distro turunan Ubuntu, tetapi menggunakan KDE. Awalnya saya menginstal Kubuntu versi standar, tetapi ternyata bloated, penuh dengan berbagai hal yang tidak saya butuhkan.... Akhirnya saya putuskan untuk melakukan pemasangan kustom: memasang command line system (sistem hanya terdiri dari command line seperti dos), menambah repo lokal (saya awalnya hanya menambah dari dvd Ubuntu Studio versi alternate dan cd Kubuntu versi alternate), instalasi sistem dasar (xorg, acpi support, sound), kemudian sistem dasar KDE (kdm, kdebase-workspace, plasma, dolphin, dll), dan berbagai perangkat lunak yang saya butuhkan (selama masih ada di repo lokal saya). Login ke X kemudian melanjutkan penambahan repo dari kambing.ui.ac.id serta Medi Ubuntu (untuk dukungan restricted extras seperti kemampuan memutar format propiertary, dvd dsb) dan melanjutkan penambahan berbagai perangkat lunak yang tersisa. Selesai. Ups, tinggal kustomisasi desktop saja.

Di sini KDE yang digunakan adalah KDE 4.3.3. Untuk pengguna Kubuntu Karmic Koala, silakan tambahkan repo ppa ini, dan tambahkan gpg-key menurut cara ini.



Tampilan desktop saya. Kanan atas merupakan plasmoid Analog Watch dan Simple Label. Kanan bawah plasmoid Playing Now yang menunjukkan lagu yang sedang diputar dengan Amarok 2.2.1.

Contoh lain dari plasmoid yang disediakan KDE4. Kiri atas merupakan Folder View yang mampu menampilkan isi dari folder tertentu (dalam screenshot ini folder berisi wallpaper) dengan kemampuan live preview, dan plasmoid Facebook (menampilkan facebook versi iphone). Plasmoid lain yang sering saya gunakan lainnya adalah Microblogging (plasmoid untuk mengakses Identica atau Twitter).

Tampilan menu KDE versi Kickoff, menampilkan bagian favorite yang berisikan berbagai aplikasi yang sering saya gunakan. Di sebelah kanan merupakan panel tempat menambahkan plasmoid lainnya.

Tampilan Dolphin, file manager dari KDE4, dengan kemampuan live preview. Panel KDE juga memiliki kemampuan ini, seperti saat kita mengarahkan tetikus diatas jendela yang kita inginkan.

Beautiful eh?! Jangan takut menggunakan opensource os! Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi!!!

---------------------------------------------
Sistem Operasi: Kubuntu 9.10 Karmic Koala dengan KDE 4.3.3 (update terbaru)
Widget: Plasma desktop dengan plasmoid
Tema plasma: Simple Clear (dari kde-look.org)
Wallpaper: Lupa dari mana.... :P. Jika ada yang tahu tempat download wallpaper ini, atau tahu siapa yang membuat, silakan pm saya.

Sunday, November 22, 2009

Review: OneRepublic, Kris Allen, and More!

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Buat para pembaca setia blog nggak penting ini, tunggu saja yah, kalo mood dapet, pasti segera dipajang heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh.....

Thursday, October 29, 2009

Review: Mariah Carey - Memoirs of an Imperfect Angel

Hayoo... ada fans Mariah Carey di sini? Tahukah anda kalau Mariah Carey beberapa waktu lalu mengeluarkan album baru? Album bertajuk Memoirs of an Imperfect Angel ini dikeluarkan pada tanggal 25 September lalu, tapi sepertinya tidak masuk Indonesia. Entah mengapa, tapi sepertinya televisi lokal tidak pernah lagi memutar video klip lagu-lagu barat... Ada apa gerangan? Apa ada kebijakan baru yang melarang pemutaran klip-klip lagu impor? Balik ke review, album Mariah Carey kali ini membawa aliran RnB yang lebih kental dari album-album sebelumnya.

Album kali ini dikeluarkan dengan beberapa versi, versi cd (versi "standar"), versi download (dengan empat track bonus berupa versi remix dari Obsessed) dan versi special edition enhanced cd (berisi track standar, ditambah bonus track seperti bonus download dan satu lagi track remix). Yang akan dibahas kali ini track standarnya saja. Sebenarnya saya punya empat track remix, tapi seperti versi remix lainnya, saya agak malas membahas track-track remix seperti ini, sebab track seperti ini sudah berubah "rasa"-nya.

Daftar track album versi standar:


  1. "Betcha Gon' Know (The Prologue)"
  2. "Obsessed"
  3. "H.A.T.E.U."
  4. "Candy Bling" (Samples "Back in the Day" by Ahmad)
  5. "Ribbon"
  6. "Inseparable" (Interpolates "Time After Time" by Cyndi Lauper)
  7. "Standing O"
  8. "It's a Wrap" (Contains elements from "I Belong to You" by The Love Unlimited Orchestra)
  9. "Up Out My Face"
  10. "Up Out My Face (The Reprise)"
  11. "More Than Just Friends" (Samples "One More Chance" / "Stay With Me (Remix)" by The Notorious B.I.G.)
  12. "The Impossible" (Contains interpolations from "Forever My Lady" by Jodeci)
  13. "The Impossible (The Reprise)" (Contains interpolations from "Forever My Lady" by Jodeci)
  14. "Angel (The Prelude)"
  15. "Angels Cry"
  16. "Languishing (The Interlude)"
  17. "I Want to Know What Love Is" (Cover, original song by Foreigner)
Aliran yang digunakan sendiri adalah RnB, dengan sentuhan Soul, Gospel, Pop. Suara Alto lima oktaf Mariah dimainkan di nada-nada mid khas RnB, dengan sedikit permainan nada tinggi di beberapa bagian. Di album ini, menurut saya suara dahsyat Mariah kurang terlihat, berbeda dengan album-album sebelumnya, dimana suara Mariah bisa menunjukkan rentangan lima oktafnya. Tapi teknik vokal Mariah Carey yang matang masih bisa dinikmati. Di album ini, karakter suara Mariah yang dominan adalah feathery-mid sampai ke mid-high atau low-high. Kita tetap bisa menikmati teknik vokal Mariah yang bagus sekali, matang, dengan pengaturan nafas dan suara yang stabil, tanpa harus merasa overhelmed dengan power suara Mariah yang memang kuat. Suara Mariah yang empuk, desah yang sensual, dengan lengkuk teknik vokal yang membuat saya bergidik mendengarnya.... Nuansa keseluruhan dari album ini adalah santai, dengan beat-beat dan nada-nada yang tenang, mengalir santai, namun masih bisa membuat saya mengetuk-ngetukkan jari mengikuti beat. Dari pembuka Betcha Gon' Know (The Prologue) hingga Inseparable kita akan menjumpai track yang semakin santai, kemudian sebelum kita sempat tidur karena track yang santai, kita akan "dibangunkan" dengan Standing O, untuk kemudian kembali bertambah santai hingga Languishing (The Interlude). Album ditutup dengan balad manis berjudul I Want to Know What Love Is, sebuah cover dari lagu milik Foreigner (yeah I know, I never heard those band too! :D). Track kesukaan saya adalah Betcha Gon' Know (The Prologue) (yang liriknya seperti orang curhat, atau seperti sebuah adegan film), Obsessed (yang menimbulkan kontroversi dengan Eminem), H.A.T.E.U. (singkatan dari "Having A Typical Emotional Upset"), Candy Bling, Inseparable, Angels Cry, dan I Want to Know What Love Is (Ups, itu sudah separuh lebih yah? ehehehehe)

Pecinta Mariah Carey, slow RnB, silakan coba album ini. Saya sendiri sih suka album ini. Bagus, bagus.....

Wednesday, September 30, 2009

Review: Sonic Syndicate - Love And Other Disasters

Para pencinta musik cadas pasti mengenal Sonic Syndicate, grup musik asal Swedia yang memulai debutnya dengan album Eden Fire ini. Album Love And Other Disasters ini sendiri sebenarnya sudah beredar sejak September tahun lalu, jadi review ini sebenarnya sudah sangat ketinggalan hahahaha.....

Grup ini sepertinya kurang terkenal di Indonesia, entah karena kurang promosi, atau memang selera lokal yang ehm, "berbeda". Sebenarnya saya sudah lama ingin membuat review album terbaru Sonic Syndicate ini, tapi baru sekarang jadi. Jadi, selamat membaca....

Judulnya cukup provokatif (seperti judul album-album sebelumnya): Love And Other Disasters. Cinta=musibah? Hahahaha..... seperti biasa, Sonic Syndicate bisa memilih judul yang menarik, tapi tetap mencerminkan isi dari albumnya. Album ini terdiri dari 10 track lagu (versi US), sedangkan yang saya punya adalah Limited Edition, dimana selain 10 track standar, ada dua bonus track: Ruin dan Dead Planet. Daftar lengkap track lagu bisa dilihat di sini.

Dari semua lagu yang ada di album ini, semuanya khas Sonic Syndicate, gedukan drum yang cepat, gitar yang garang, dengan bass yang mantab. Ada dua lagu yang sedikit berbeda dengan delapan (sepuluh) lagu lainnya, dua balad berjudul My Escape dan Contradiction.
My Escape, rock-balad dengan sentuhan orkestra sebagai background, tapi masih mencirikan gedukan cepat ala Sonic Syndicate. Sedangkan Contradiction, tanpa sentuhan orkestra, tapi masih lebih melankolis dibandingkan track lagu sisanya.

Dari segi vokal, growl dan scream yang sempat absen (walau tidak sepenuhnya) di album sebelumnya (Only Inhuman) kembali hadir di sini. Growl-growl menghiasi beberapa bagian lagu seperti di Fallout, atau pun hadir full power di track seperti Damage Control dan Red Eyes Friend, dimana vokal didominasi growl.

Secara keseluruhan, saya suka album ini. Gebukan yang cepat, petikan gitar yang garang, ditambah vokal yang mantab, membuat saya terlena dengan album ini. Tanpa terasa saya sudah melewati ke-12 lagu. Lagu favorit saya adalah My Escape. Sentuhan orkestra di background menciptakan atmosfir yang mengena sekali. Untuk anda pencinta musik cadas, ataupun yang ingin mendengarkan sesuatu yang lain, silakan coba album ini!

---------------------------------
Damn! And I really, really want write something about artbook... Oh, well...

Tuesday, September 22, 2009

Bekelan yuk??

Iseng melihat ponakan membongkar mainan, saya bertemu dengan permainan yang saya kira sudah punah: bekelan, atau yang dikenal juga dengan bola bekel. Benar-benar mengingatkan masa lalu....

Permainan bekelan (bola bekel), terdiri dari satu bola, dengan biji yang disebut bekel berjumlah lima, tujuh, atau dua belas. Bekel terbuat dari timah atau kuningan. Bekel dari timah lebih berat dari kuningan. Bentuknya seperti koma yang terdiri dari dua lempengan dengan penghubung diantaranya. Satu sisi umumnya polos dan satu sisi lain ditandai, dengan spidol, atau dengan torehan kecil untuk menandai posisi KLAT dan S. Di bekel yang saya lihat ini, kedua sisi masih belum diberi tanda, sehingga sulit untuk menentukan mana posisi KLAT, mana posisi S.


Cara memainkannya sederhana, pemain (dua atau lebih) bergantian memantulkan bola, dan mengambil dan atau mengganti posisi bekel. Bola harus ditangkap setelah memantul satu kali, tidak boleh lebih. Bekel yang sudah diambil tidak boleh jatuh, dan bekel yang diganti posisinya tidak boleh berubah.

Tahap permainan (nggah dalam bahasa jawa) ada enam, dengan lima cara pengambilan. Bekel diatur, kemudian diambil satu-persatu. Kemudian diambil dua-dua, kemudian tiga, empat, dan terakhir lima secara bersamaan.

  1. Nggah kecik: bekel diambil begitu saja, tanpa memperdulikan posisinya.
  2. Nggah PET (E seperti E pertama pada kata pete): bekel diposisikan pada punggungnya.

  3. Nggah ROH: bekel diposisikan pada perutnya

  4. Nggah KLAT: bekel ditidurkan, dengan sisi tak bertanda berada di atas

  5. Nggah S: seperti KLAT, tapi sisi bertanda di sisi atas

  6. Nggah NAS: tahap terakhir, jika lolos mendapat nilai satu. Dilakukan dengan mengulang semua nggah yang sudah dilalui, tanpa boleh mati sekalipun. Nggah diulang dari kecik hingga S, kemudian mundur dari S hingga kecik.
Bola bekel datang dengan berbagai ukuran, motif, warna, dan tinggat kekenyalan. Yang dicari adalah bola yang simetris, cetakannya rapi, dengan kekenyalan yang cukup sehingga pantulannya cukup tinggi. Ukurannya juga dicari yang mudah digenggam.

Bekel dicari yang seimbang, sisi kiri dan kanan sama tingginya, sehingga memperkecil kemungkinan bekel jatuh setelah diubah ke posisi PET ataupun ROH. Terkadang dicari juga yang agak susah berdiri di bagian kepala untuk menghindari "TOGOK". Jika bekel TOGOK sendiri, dalam artian berdiri sendiri tanpa ada yang mengganjal, maka pemain akan berakhir gilirannya (mati). Jika bekel TOGOK NYANDAR (togok bersandar), maka pemain diberi kesempatan satu kali untuk menjatuhkan togok tersebut dengan menjatuhkan bola ke arah togok tersebut. Jika togok jatuh, maka pemain dapat melanjutkan permainan, namun jika togok tetap berdiri, maka gilirannya berakhir.

Permainan ini sangat menyenangkan, untuk menghabiskan waktu. Paling gampang dimainkan di lantai yang rata, bersih, sehingga pantulan bola mudah diprediksi. Permainan ini melatih kecermatan, ketangkasan, kecepatan, dan perhitungan. Namun sayangnya permainan ini, seperti permainan tradisional lainnya, sudah tenggelam dihempas permainan moderen. Siapa sih yang tidak kenal permainan ketangkasan semacam PS, Xbox, Nintendo Wii? Padahal permainan ini tidak kalah dalam melatih ketangkasan.

Jadi, bekelan yuk?!?
Blogged with the Flock Browser

Wednesday, September 02, 2009

My 1st Time

Saat sedang enak-enak berinternet ria, tiba-tiba kepala saya terasa bergoyang-goyang. Olala... apakah saya mau pingsan? Lho? kok terus?? ooohhh.... lindu (gempa) ternyata.... Ya oloh.... saya kira mau pingsan karena sudah kelaparan hihihihi.....

Ya, ternyata... gempa toh.... Kontan saya keluar dari rumah. Di sekeliling orang-orang juga ramai keluar. Gempa berlangsung beberapa detik. Goyang-goyang-goyang... hehehehe....

Beberapa menit kemudian, telepon seluler saya berbunyi. Teman sma saya yang di Surabaya mengirim pesan pendek ke saya.

Angga: Nji, tmpt u g kna gmpa kn?
Pan: Kna dkt. Lantainya srasa goyang-goyang ajeb-ajeb gtu. Tnggal muter house music ma lampu kelip2, jadi deh
Angga: Seruuuu.... ikutan dunk!!!
Yah, begitulah, dari gempa bisa sampai ke dugem hahahaha.....

Ops, sebenarnya saya bukan hendak bercerita tentang gempa, tapi tidak tahu kenapa kok bisa nyelip...
Oke, oke, saya ingin berbicara tentang pengalaman saya pertama kali masuk dapur (suer! Seumur-umur saya belum pernah masak selain mi instan, air, sama menghangatkan makanan! hehehe).

Ceritanya, beberapa waktu lalu saya bertemu artikel mengenai cara membuat tamagoyaki. Apakah tamagoyaki itu? Tamagoyaki itu salah satu masakan Jepang, berupa telur dadar yang digulung. Para pencinta manga pasti tahu.

Karena ada bahan yang tidak ada di lemari pendingin ibu, akhirnya saya berkreasi sendiri. Bahan-bahannya:
  • 2 buah telur ukuran sedang,
  • garam secukupnya,
  • gula secukupnya,
  • mentega untuk menggoreng.
Sebenarnya masih ada beberapa bahan lain, yaitu mirin (who's on earth put alchohol on food????) dan shoyu, tapi karena tidak ada, ya sudah lah, saya ganti shoyu dengan kecap manis saja. Hehehehe.... Kalau anda suka, bisa menambahkan isian, seperti keju, daging cincang, kornet dll, atau mengubah rasa dengan menambah merica hitam, bawang merah yang dicincang halus (seperti yang saya lakukan), dsb. Cara membuat:
  • Panaskan penggorengan dengan api kecil. Gunakan penggorengan yang datar.
  • Kocok telur dengan gula, garam, dan sedikit kecap. Anda bisa menyesuaikan jumlah gula dan garam sesuai selera anda.
  • Beri sedikit margarin di penggorengan, ratakan ke seluruh permukaan penggorengan.
  • Tuang sedikit adonan telur, goyang-goyangkan penggorengan hingga rata.
  • Masak hingga permukaan mulai matang, namun masih 'basah', gulung perlahan dari satu sisi dengan sodet atau sumpit.
  • Sisihkan ke satu sisi penggorengan, kemudian tuang adonan telur kembali.
  • Masak hingga permukaan atasnya hampir matang, lalu gunakan gulungan telur di awal untuk menggulung lapisan yang baru.
  • Ulangi hingga adonan telur habis.
  • Masak hingga kedua sisi matang.
  • Angkat, potong-potong dengan ketebalan tertentu. Sajikan.
Tara!!!!!! Jadilah tamagoyaki ala Panji hehehehe..... Saatnya icip-icip... aaaa.... ups, belum bedug magrib ding.... hehehehe... gawat, hampir saja....
Sayang juga sih, padahal telur sudah separuh jalan ke mulut.... :D




15 minutes later.....
Setelah dicicip, ternyata gula dan garam yang saya masukkan masih kurang. Untungnya masih ada kecap, tinggal tambah kecap manis dan asin sedikit, beres deh. Hmm, yum yum....

Monday, August 24, 2009

Satu Episod Sore

Hm, lama nggak membuka akun saya di facebook lewat situs penuh. Kepengen, tapi saya malas, lola (loading-nya lama) euy.... Akhirnya, saya unduh plugin pidgin yang memungkinkan untuk chatting lewat akun facebook. Saya pasang, dan jalankan pidgin.

Setelah beberapa saat, jreng... nama-nama teman saya yang sedang online muncul. Saya ajak chat satu teman saya, namanya Berthy, tapi biasa diplesetkan jadi Betty, mencomot nama tokoh utama telenovela yang pernah muncul saat saya sma.

pan: Bet!!!!!!!!! (gaya neriakin maling)
ber: Panji!!!!!
pan: sehat, bet? (standar pembuka pembicaraan ala saya :P)
ber: iyo, lha kmu gimana?
pan: podho (sama --pen)
dan percakapan pun bergulir... Hingga tiba-tiba keisengan saya kumat...
pan: Bet... (sok serius)
ber: opo? (apa? --pen)
pan: aku kok tambah laper ya, liat kmu....
ber: emange aku daging kaleng opo? (emangnya aku daging kaleng apa?) (sialan, saya dibandingkan sama pemakan daging kaleng)
pan: mbuh, pokoke makin laper aja.... (entah, pokoknya makin lapar aja --pen)
bet: ......
setelah itu teman saya Berthy offline. Kabur dia, takut saya makan mungkin..... :))

Setelah itu, teman sma saya yang lain muncul. Saya ajak chat, karena memang sudah lama tidak ketemu. Terakhir saya dengar dia kuliah di Semarang, ambil jurusan TI. Setelah ngobrol beberapa lama, dia pamit dengan alasan masuk kuliah. Sebelum off, dia sempat memberi saya nomor telepon selulernya. Ya sudah, karena dia keburu off, saya korbankan sisa pulsa saya yang sudah tipis itu untuk mengirim pesan teks kepadanya.
pan: Panji.
Saya sengaja cuma menulis nama saya saja, karena tidak mau mengganggu dia yang sedang kuliah. Saya juga tidak mengharap balasan.

Beberapa saat kemudian, telepon genggam saya melantunkan Brompton Cockatail-nya Avenged Sevenfold. Saya lihat, ada satu pesan masuk.
adit: adit.
Saya tertawa melihat isi pesannya. Saya ketik balasan saya.
pan: ahahahahaha
Lagi saya tidak mengharap balasan. Beberapa saat kemudian, telepon genggam saya berbunyi lagi.
adit: wkwkwkwkwkwkwkwkwwwwwwwkkkkk
....dan percakapan singkatpun terjadilah, lewat pesan singkat....
pan: kakakaka awake dhewe koyo cah idiot loro dolanan sms kakakaka (kita berdua seperti dua anak idiot sedang bermain sms --pen)
adit: aku ga idiot, sing idiot kw... wkawkawkawkawkawkawkawkawkawka (aku nggak idiot, yang idiot kamu --pen)
pan: ahahahaha... awakmu mbales, brarti idiot jg! muahahahaha (kamu membalas, berarti idiot juga! --pen)
adit: idiote parah kw.... wkawkawkawkawkawkawkawkawka (idiotnya parah kamu --pen)
pan: huahahahahaha... sing penting podho idiote... kakakaka (yang penting sama-sama idiotnya --pen)
adit: idiot q iso mari, idiotmu ra isa mari (idiotku bisa sembuh, idiotmu tidak bisa sembut --pen) (mengakui dirinya idiot)
pan: huahahahahaha.... at least, sak idiote aku, isih pinteran aku tmbang awakmu! kikikiki (setidaknya, seidiotnya aku, masih pinteran aku ketimbang kamu! --pen) (nyombong dikit. Cuma dikiiiiit kok. Beneran, dikiiiittttt doank)
adit: sak pinter2e awakmu... te2p kw sing paling idiot... wkawkawkawkawkawkawka (sepinter-pinternya kamu... masih tetap kamu yang paling idiot --pen) (dengan kata lain, dia mengakui kalo dia yang paling idiot...)
pan: kakakaka =))
adit: wis ah idiot bneran engko.... Q arep kul wae... (sudah ah idiot beneran nanti... Aku mau kuliah saja --pen) (kuliah apa coba, malem2 gene...)
pan: ..... (ga jawab karena pulsa habis...)
Begitulah, sekelumit kegilaan saya sore ini.... Di saat orang ngabuburit dengan berjalan-jalan, saya malah menghabiskan satu jam yang terasa lamaaaaa banget ini dengan menebar kegilaan sembari melihat-lihat blog dan situs berisi berbagai resep makanan dengan foto-foto yang mengundang air liur. Yum.. yum...

Wednesday, August 05, 2009

2 Naughty And 1 Innocent

Rabu, sekitar jam dua siang. Saya iseng login ke akun facebook saya. Sudah lama tidak login ke situs full, biasanya cuma sebentar dengan facebook mobile. Melihat permintaan teman, wah, ada 20 permintaan. Buset dah. Banyak yang saya lupa-lupa ingat. Kebetulan saya lihat ada salah satu teman sma yang juga sedang login, langsung saja saya tanyakan satu-satu (hihihihi... matur nuwun yo, Yaz). Dari sekian akun, ada satu yang ternyata milik teman smp dulu. Waw.... langsung saja saya setujui.

Saat saya lihat di status, wah, sedang online ternyata dia! Saya ajak chat. Ngobrol-ngobrol, ternyata dia ada akun yahoo messenger. Akhirnya perbincangan berpindah ke messenger. Saya buat chat rame-rame dengan teman sma saya tadi. Sebelumnya kita sempat ngobrolin teman smp ini, sebab dia itu orangnya polos banget. Dan dari obrolan singkat saya, ternyata masih belum berubah!!! Omigod..... makhluk langka ini, perlu segera diamankan hihihihihi.....

Saya dan teman sma saya sepakat untuk ngerjain dia. Kita bikin gosip, katanya dia sudah menikah. Gegegegege..... Berikut cuplikannya:

» Versi asli - klik untuk membuka «
» Versi terjemahan - klik untuk membuka «

Dan acara ngerjain teman smp saya yang (ternyata masih) polos itu pun berlanjut. Bahkan ke tingkat lanjut. Di akhir chat, teman smp saya tersebut meminta diri dikarenakan sibuk (entah alasan atau memang sibuk betulan) hehehehe.....

(Maap ya Nur!!!!!)