Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Trik. Show all posts

Friday, January 06, 2012

PC Sync untuk Nexian Cosmic Journey (Gigabyte Gsmart G1315)

Pengguna Nexian Cosmic Journey saat menghubungkan ponsel ke komputer dengan kabel data pasti akan menemui berbagai pilihan, salah satunya PC Sync. Namun sayangnya perangkat lunak untuk melakukan sinkronisasi tidak tersedia, baik di ROM ponsel, di paket pembelian, maupun di situs Nexian. Akibatnya, kita tidak dapat melakukan akses ke pesan, kontak dan berbagai data lain melalui komputer. Proses backup manual juga tidak dapat dilakukan. Memang ada fasilitas sinkronisasi melalui server Google, tetapi kurang komplit rasanya jika kita tidak dapat melakukan edit secara manual.

Saya mencoba menghubungi Gigabyte selaku OEM ponsel ini, namun sayang sekali, jawaban dari mereka tidak memuaskan. Inti dari jawaban mereka adalah: ponsel yang mereka jual, dukungannya diserahkan kepada si pembeli tersebut, dan Gigabyte sudah lepas tangan. Grr..... ngeselin.

Namun kekesalan tersebut berakhir sudah, karena saya menemukan situs tempat mengunduh perangkat lunak untuk ponsel Nexian Cosmic Journey / Gigabyte Gsmart G1315!!! Tidak hanya perangkat lunak untuk sinkronisasi dan management, tetapi juga berkas pembaruan firmware. Mantab.

Kali ini saya ingin membahas perangkat lunak untuk management ponsel yang bernama Android Manager. Perangkat lunak ini dapat diunduh di sini. Pastikan koneksi internet anda stabil, karena ukurannya lumayan besar, sekitar 55,4 Mb. Setelah selesai, ekstrak dan install. Tampilan awalnya seperti ini:

Simbol ponsel-komputer di kiri bawah akan berubah hijau saat ponsel tersambung.
 Ada beberapa menu yang tersedia: Contacts, Messages, Photos, Videos, Music, Application, Files, Sync. Di menu Sync, kita bisa mensinkronisasi berbagai berkas: Contacts, Calendar, Camera, Camcorder dan Folders. Untuk melakukan backup data menyeluruh, ada di menu di toolbar atas File > Backup & Restore. Sekarang jika anda sedang tidak ada koneksi internet, anda tetap dapat mem-backup data-data anda dengan komputer.
Menu Sync.
 Selamat menggunakan.

Update Android Nexian Cosmic Journey (Updated 1,2)

PERINGATAN: LAKUKAN LANGKAH-LANGKAH PEMBARUAN DENGAN RESIKO ANDA TANGGUNG SENDIRI. SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA TERJADI MASALAH DENGAN PONSEL ANDA.

Saya sudah cukup lama menggunakan ponsel Nexian Cosmic Journey.  Ada beberapa kekurangan yang saya temui: sim card yang sering tidak terdeteksi, output headset yang amburadul, layar yang over-sensitive, sering restart saat dihubungkan ke komputer dengan kabel data, dan sensor sinar yang tidak bekerja semestinya.
 
Setelah melihat-lihat sistemnya, ternyata ponsel Nexian Cosmic Journey sejatinya rebrand dari ponsel buatan Gigabyte: Gsmart G1315, namun dengan modul kamera yang dikecilkan menjadi 3 mega pixel. Di web Gsmart sendiri, ternyata sudah ada update firmware yang mengatasi masalah-masalah tersebut. Namun sayangnya pihak Nexian agak lambat dan kurang terbuka dalam penyediaan update tersebut. Di website Nexian tidak ada keterangan update ataupun software yang bisa diunduh untuk ponsel Cosmic Journey ini.

Dari hasil browsing internet, saya menemukan firware terbaru untuk Gsmart G1315 ini adalah 0.50.2 sedangkan versi bawaan Coney adalah 0.21.8. Banyak pembenahan yang  dibawa versi ini. Tapi sayangnya, saat saya coba untuk memperbarui Coney saya dengan berkas ini, proses gagal karena versi dan tipe ponsel yang berbeda. Frustasi, saya bersabar saja, sampai akhrinya ada informasi dari forum lokal mengenai update yang tersedia di Nexian Center. Menyebalkan, kenapa Nexian tidak membuat pengumuman resmi? Atau menyediakan berkasnya untuk diunduh, seperti pada saat update Nexian Journey dulu?

Buat yang malas ke Nexian Center (seperti saya), atau jauh dari Nexian Center, dan mempunyai koneksi internet yang stabil, ada work-around untuk memasang pembaruan Gsmart G1315 ke Coney. Caranya seperti ini:
1. Siapkan berkas pembaruan yang hendak dipasang. Anda bisa mengunduh berkasnya di sini. Pastikan koneksi anda stabil (tidak putus-putus) karena ukuran berkas lumayan besar, sekitar 99 Mb. Sayangnya di situs tersebut tidak ada md5sum dari berkas yang disediakan, jadi kita bisa melakukan pengecekan apakah berkas yang kita unduh sempurna atau tidak. Kalau md5sum dari berkas yang saya unduh dan gunakan (GSmart_G1315_V0.50.2_PL_CZ.zip) adalah:
a0b674664f5d629dee539c77db707602
Melakukan pengecekan md5sum (untuk windows) bisa menggunakan perangkat lunak dari sini.

2. Pastikan anda sudah melakukan rooting Coney anda. Gunakan z4root. Lalu gunakan aplikasi Root Explorer untuk menjelajah berkas di sistem Coney. Lakukan backup seluruh data dan sistem anda, baik secara online atau menggunakan Titanium Backup. Jika menggunakan Titanium Backup, jangan lupa membuat pemasang Titanium Backup Safe Mode (update.zip) untuk berjaga-jaga.

3. Menggunakan Root Explorer, edit berkas berikut:
/system/etc/sw_ver.txt
(maksudnya adalah, jelajahi berkas sistem anda di bagian System lalu ke Etc lalu di dalam folder Etc tsb, cari berkas bernama sw_ver.txt). Cari baris
"BUILD_SW_PROJ =Nexian"
ganti "Nexian" dengan "pl_cz".

 4. Edit berkas:
/system/build.prop
Ganti semua bagian "Nexian" dengan "Gsmart" dan "A892" dengan "G1315". Jangan lupa simpan.

5. Ekstrak berkas ZIP yang tadi diunduh, di dalamnya ada berkas bernama update.zip, salin berkas tersebut ke dalam kartu microsd anda. Taruh di bagian paling atas, jangan masukkan ke dalam folder apapun. Anda bisa menggunakan pembaca kartu (card reader) atau kabel data Coney.

6. Matikan ponsel, pastikan baterai terisi penuh untuk menghindari ponsel mati saat proses pembaruan berjalan. Tekan dan tahan tombol kamera, lalu tekan tombol power. Saat lampu indikator ponsel sudah berkedip biru, anda dapat melepas tombol kamera. Ponsel akan masuk ke System Recovery Mode, dan anda akan menjumpai pilihan untuk melakukan update. Gunakan tombol volume untuk bergulir ke atas/bawah dan tombol kamera untuk memilih.

7. Jawab "Ya" untuk memulai proses pembaruan. Tunggu hingga ponsel melakukan restart. Jika ada masalah, atau tidak bisa masuk ke home, masuk ke System Recovery Mode lagi, lalu lakukan wipe cache dan wipe data. Lalu nyalakan ulang. Selesai.
Tampilan booting:
Firmware baru menggunakan Android 2.2.2 sedangkan sebelumnya adalah 2.2.1:

Tampilan home baru:
Pembaruan ini menyelesaikan semua masalah yang saya sebutkan di bagian awal tulisan: sim card tidak lagi muncul hilang (lebih stabil), output headphone stabil bersih, sensor sinar (untuk pengaturan kecerahan layar otomatis) bekerja dengan baik, layar tidak berlebihan lagi, dan tidak restart saat di hubungkan ke komputer dengan kabel data. Juga ada tambahan menu baru: People.

Saya menemui bug: jika Coney dijadikan hotspot (menggunakan fasilitas wireless tethering), Coney selalu terkunci, dalam artian layar mati, tidak dapat dibawa hidup. Bahkan saat saya coba telpon dengan ponsel lain, Coney saya tidak memberikan reaksi apa-apa, padahal sudah ada nada tunggu di ponsel yang saya gunakan untuk menelpon. Satu-satunya cara adalah cabut baterai, karena ponsel benar-benar terkunci, semua tombol tidak berfungsi. Namun anehnya, tethering tetap jalan, karena saya tetap dapat mengakses internet dari laptop saya. Untuk USB Tethering sendiri, saat awal-awal digunakan tidak ada masalah, namun saat mengakses menu, akhirnya sama saja seperti wireless tethering, Coney terkunci dan tidak dapat diakses walau proses tethering tetap berjalan.
Alternatif: gunakan aplikasi tethering dari Market. Saya mencoba OpenGarden (wireless tethering) dan Coney tetap dapat diakses walau tethering berjalan). Update 1: menggunakan Open Garden, tethering putus beberapa saat setelah layar mati. Mungkin karena kebijakan power saving.
Update 2: Setelah dipergunakan beberapa lama, sekarang saya sudah tidak pernah menjumpai bug ini. Mungkin setelah dilakukan flash ulang sistem Coney masih belum stabil, atau hang dikarenakan kepanasan.

Ingat: semua resiko anda tanggung sendiri. Semua label dan software bawaan Nexian akan dihapus dan diganti bawaan Gigabyte Gsmart. Anda dapat menyalin berkas boot.zip bawaan Nexian untuk mengganti berkas boot.zip Gsmart setelah update. Dan anda dapat mengganti semua Gigabyte GSmart G1315 di build.prob dan sw_vers.txt kembali ke Nexian dan A892 jika anda mau.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Monday, November 21, 2011

Impression: FiiO E10 DAC (Updated)


Kali ini saya mendapat rejeki untuk bisa memboyong pulang FiiO E10 DAC. Untuk yang belum tahu istilah DAC, gambaran kasarnya adalah soundcard external. Untuk lebih lanjutnya silakan menjelajah google, wikipedia, atau head-fi.org. :D
Saya mendapatkan FiiO E10 DAC ini sejak minggu kemarin, dan setelah digunakan seminggu ini, saya rasa suaranya tidak ada perubahannya lagi

1. Kualitas Bentukan (Build Quality)
Kualitas bentukan dari E10 ini bagus, sangat bagus jika menurut saya. Kecil, ringan, dengan selongsong dari logam. Dari tampilannya memberikan kesan elegan. Dalam paket penjualan kita mendapat kotak kaleng (seperti kotak permen) yang berisi E10, kabel USB-mini USB (input), karet-karet kecil yang berfungsi sebagai kaki, dan beberapa kertas.
Di bagian depan ada jack 3,5mm; tombol bass-boost, LED biru dan knob volume. Di bagian bawah ada switch gain, dan di bagian belakang ada mini usb input ditemani coaxial out dan line out jack.
Bagian depan.
Bagian belakang.
Bagian bawah.

2. Pemasangan
Mudah sekali, tinggal colok E10 ke slot USB di laptop/PC anda dengan kabel USB-mini USB yang disediakan. Tunggu sebentar hingga OS anda selesai memasang driver dan konfigurasi lainnya, pastikan E10 sebagai main output, dan E10 siap digunakan. Saya coba E10 dengan Laptop bersistem operasi Windows XP, Windows 7 dan Linux (Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx) dan semua dapat mengenali dan mengkonfigurasi E10 dengan tepat, termasuk fitur 24 bit-nya.
Mixer di Windows 7.
Konfigurasi wasapi di Foobar2000


3. Suara
Ini dia bagian yang ditunggu. Perangkat lunak pemutar musik yang saya gunakan adalah Foobar2000 (XP dan 7) dengan wasapi untuk memastikan bit-perfect, dan deadbeef untuk linux.
Saat pertama kali mendengarkan, saya agak terkejut dengan treble yang menusuk dan metallic. Mid agak kering dengan bass yang biasa saja. Tapi sekarang setelah seminggu lebih saya gunakan, suaranya sudah berubah dan menjadi stabil.

Suara FiiO E10 ini jauh lebih bagus daripada soundcard bawaan laptop saya. Dapat didengar dengan jelas suara yang lebih smooth di semua frekuensi, bahkan dengan headphone Audio-Technica SJ33 saya yang cukup garang (walau tidak sebrutal Grado) suara yang keluar terdengar lebih smooth. Saya suka ini.

Treble yang awalnya menusuk sekarang sudah lebih sopan. Jernih, dengan detil yang bagus. Mungkin karena saya agak peka dengan treble, saya menemui treble dari E10 ini masih agak menyengat, apalagi jika rekaman yang diputar termasuk bright. Tidak separah di awal-awal, namun saya lebih suka menurunkan 1db di 5kHz dan 10kHz, dan 2db di 7kHz dan 14kHz keatas.
Update: saat ini (6 Januari 2012) treble dari E10 sudah stabil dan tidak lagi menyengat seperti dulu. Tetap relatif bright, tapi sudah tidak menyengat.

Mid dari E10 ini enak sekali untuk vokal: smooth, detil, dan netral. Jadi tidak mundur maupun maju. Low bagus, agak boomy namun masih bisa ditolerir. Soundstage biasa saja, tidak terlalu luas, namun dengan kedalaman yang lebih bagus daripada soundcard onboard saya.
Separasi jauh lebih bagus, vokal dan alat musik terpisah dengan bagus, tidak tercampur.

Dengan separasi yang bagus, saya menjumpai berbagai bagian dari lagu yang sebelumnya saya tidak tahu ada di situ, seperti backing vocal di lagu Shake It Out oleh Florence + The Machine. Awalnya saya hanya mendengar satu kesatuan backing vocal, dengan E10 saya bisa mendengar detil nada-nada backing vocal yang sedikit berbeda satu dengan lain. Contoh lain adalah di lagu Stardust dan Whatever It Takes dari Michael Buble. Stardust disajikan dengan smooth dan intimate, sedangkan di Whatever It Takes, vokal-vokal (Buble, Ron Sexsmith dan backing) saling menjalin namun masih bisa dibedakan karakternya.

Dengan bass-boost ON, sektor low bertambah beberapa db. Tidak sampai muddy, namun cukup terdengar dan terasa di telinga saya. Mid-bass E10 ini enak sekali: empuk, warm, lincah. Album Mezzanine dari grup Massive Attack terdengar nikmat sekali dengan bass-boost dinyalakan. Bass lebih mendentam, walau raungan gitar jadi terdengar agak terlalu tebal. Mengembalikan equilizer ke nol membantu mengatasi hal ini.
Bass-boost ini memberikan sentuhan warm ke keseluruhan suara, dengan sedikit mengorbankan detil. Malah ditelinga saya, mid jadi lebih basah dan tebal, jika dimatikan mid terasa lebih kering namun detil lebih muncul.

Baik vokal pria, wanita hingga anak-anak ditampilkan dengan bagus oleh E10. Vokal The High Kings yang empuk di Galway to Graceland, vokal jernih Leona Lewis di Bleeding Love, hingga vokal soprano Jackie Evacho yang matang di Lovers semua disajikan dengan bagus sekali: smooth, detil, empuk.

4. Kesimpulan
Dengan kualitas bentukan, fitur dan terutama kualitas suaranya, FiiO E10 ini sangat pantas dimiliki untuk anda yang mengharapkan peningkatan kualitas suara dari soundcard onboard anda. Dengan harga sekitar USD 80 (IDR 750.000), saya sangat merekomendasikan FiiO E10 ini.
Reccomended!!!

 --------------------------------------------------------------------------------------------------

next: review novel The Way of Kings oleh Brandon Sanderson

Tuesday, October 11, 2011

Review: Huawei S7 Slim (S7-201U) -- Updated


Awalnya dikarenakan ibu yang ikut mengantar saya berburu ponsel, akhirnya ibu jadi ngebet pengen tablet-phone (itu lho, tablet yang ada fasilitas nelponnya) gara-gara megang-megang tablet-phone Nexian Genius di Festival Komputer Indonesia beberapa waktu yang lalu. Sejak saat itu beliau rajin mencari info buat tablet-phone dibawah tiga juta. Hahahaha ibuku sayang, mana ada tablet-phone dengan harga segitu? Paling murah 3 juta, itu pun dari merek bukan pemain besar (di Indonesia loh yah, bukan di dunia).

Beliau sempat hendak membeli Nexian Genius, tapi selalu tertunda dikarenakan berbagai hal, dan akhirnya kemarin saya melihat ada iklan Bursa Gadget Indosat (maaf, bukan promosi loh yah, cuma bagi-bagi info saja. Infonya di sini, posternya di sini), dimana di posternya disebutkan tablet Huawei S7 Slim dijual dengan harga 2,6 juta dari harga pasaran 2,9-3 juta. Langsung ibu bergegas menyeret anaknya ini ke lokasi.....
Update: Tablet Huawei S7 Slim yang ibu saya beli ini adalah versi 201U ( Huawei S7-201U).

Anyway, tablet sudah di rumah, dan sudah mulai diobok-obok, walau belum sempat diperkosa (maaf efek stress kerjaan). Dan saya sempat-sempatnya menyempatkan untuk menulis review-nya (walau sudah ketinggalan jaman banget, secara ini tablet sudah keluar cukup lama).

Dari sisi hardware, tablet ini cukup powerful: prosesor ARM v7 dengan clock 1 GHz, ram 512 Mb, memory internal 8 Gb, layar 7 inchi 800x480 pixel, kamera utama (belakang) 3.2 MPx kamera sekunder (depan) VGA. Layar sudah capacitive dengan dukungan multi-touch. Bluetooth, WiFi, GPS, 3G/HSPDA, GSensor, Face-detector dll dsb standar android lah. Cukup hig-end.

Dari sisi OS, Huawei membenamkan Android Froyo (2.2) ke tablet ini. Tak lupa Huawei juga memberikan launcher custom dengan nama HELIX (Huawei Emotion LIbrary eXtension) yang cukup menarik tampilannya. Tak hanya di launcher, kustomisasi yang dilakukan Huawei tampak juga di widget, aplikasi pemutar musik, video, penampil gambar/foto, Stream - aplikasi semacam pusat untuk melihat pesan; email; update facebook; twitter; telpon dll - bahkan ke menu SMS dan panel atas android (termasuk notification area).

Sayangnya, HELIX ini lumayan berat, bahkan dengan spesifikasi S7 yang cukup tinggi, terasa adanya lag saat akses menu, home, pindah layar dsb. Sayang sekali, padahal tampilan HELIX ini lumayan menarik. Dan lagi, kustomisasi HELIX ini agak terbatas, dimana kita hanya bisa mengganti wallpaper dan menambah/mengurangi widget dan shortcut saja, kita tidak bisa menambah maupun mengurangi jumlah halaman desktop launcher. Dan tampilan menu-nya pun standar, masih scroll atas bawah. Selain itu, bar yang berada di atas layar terlalu besar, sehingga mengurangi penampang layar. Sayang sekali.

Performa terasa lebih baik saat saya mengganti launcher default menjadi Zeam launcher, launcher paling ringan yang pernah saya temui dan coba. Scroll menu terasa lebih smooth dan tablet lebih responsif. Hanya saja, bar atas custom dari Huawei yang berukuran jumbo itu terasa mengganggu... Mungkin saya harus meng-install custom ROM yang sudah dibersihkan HELIX-nya....

Dari sisi media penyimpanan, cukup besar juga, 8 Gb dalam bentuk internal microsd. Unit yang ibu saya terima ini sepertinya sudah di-tweak oleh Huawei, dimana internal microsd ini sudah dipartisi jadi dua: 2,75 Gb dalam format ext4 (!!!!) dan sisanya sekitar 6 Gb dalam bentuk FAT32. Partisi EXT4 digunakan sebagai internal memory dengan menggunakan sistem app2sd. Ini terdeteksi saat saya mencoba link2sd, dimana beberapa aplikasi besar terbaca sudah dipindah ke partisi EXT4 ini dengan metode app2sd.

Rooting bisa dilakukan menggunakan SuperOneClick. Caranya cukup mudah, tinggal ikuti langkah-langkah yang ditulis pembuatnya dan S7 siap diapa-apakan. Rooting ini sangat berguna, terutama untuk meng-install SetCPU, sehingga bisa memanjangkan umur batterai S7 yang awalnya hanya sekitar 3-4 jam, menjadi lebih dari 6 jam (!!!). Mantab.

Kamera bawaan S7 terbilang standar, dengan fitur standar pula. Video player bawaan hanya bisa membaca H.264 dan MPEG4 (720p HD), sedangkann audio playernya hanya bisa membaca format MP3, AMR, AAC (android kok nggak bisa baca OGG, FLAC dan MKV --"). Tapi tidak usah khawatir, tinggal install pemutar alternatif yang sangat banyak pilihannya di Market. Saya belum mencoba sampai sejauh apa kemampuan hardware S7 dalam memutar video (dikarenakan tidak ada berkas video HD-nya hahahaha).

Bosan dengan ulasan kata-kata? Silakan nikmati tangkapan layar S7 berikut ini:

 Tampilan halaman home launcher default HELIX.

Spesifikasi yang kuat bisa menjalankan live wallpaper dengan lancar.

 Tampilan Notification Area yang sudah dikustomisasi oleh Huawei. Ada Task Manager  juga.

 Tampilan halaman Web launcher default HELIX.

Kustomisasi juga dapat dijumpai di icon panel. Klik icon sinyal dan muncul pilihan seperti ini. Hal yang serupa terdapat di icon baterai dan brightness (icon seperti bunga).

Tampilan menu HELIX.


Tampilan halaman setting. Warna-warni dengan background putih yang cukup menarik.

Tampilan halaman tentang tablet.

 Informasi sistem dengan aplikasi Android System Info.

Informasi mengenai hardware dengan aplikasi Android System Info.

Overall, S7 ini layak untuk dibeli, apalagi jika ada acara diskon seperti yang diadakan Indosat ini. Hardware yang powerfull, dengan dukungan vendor yang cukup bagus, dan seabreg keunggulan Android. Cepat ke Mall Ambassador, promonya hanya dari tanggal 10 sampai 16 Oktober 2011!!! Recommended!!

Saturday, September 03, 2011

Review Zeam Launcher

Setelah beberapa bulan berkutat dengan ponsel baru Nexian Cosmic Journey, saya mulai berpikir untuk mengoptimalkan hardware-nya. Karena saya tidak ada kemampuan untuk memasak firware sendiri, akhirnya ya hanya bisa mengganti software yang terpasang di sistem Android ponsel saja hahahaha....

Ram dan prosesor coney ini agak mepet, prosesor 528 MHz dengan ram 256 Mb (ternyata ram 256 Mb terbaca hanya 160 Mb dikarenakan yang 100 Mb dikuasai oleh kernel linux....), saya berpikir untuk mengganti launcher dan home yang dipakai oleh Coney ini. Setelah mencoba berbagai macam launcher, akhirnya saya menemukan Zeam Launcher sebagai launcher paling ringan dengan fitur yang cukup lengkap.

Zeam Launcher bisa di dapat di Android Market langsung dari ponsel atau melalui web dari sini. Ukurannya hanya 403 kb, sangat kecil dan ringan bila dibandingkan dengan launcher lainnya (launcher bawaan coney sekitar 1,7 mb). Install dan jalankan dengan menekan tombol home. Nanti akan ada pilihan launcher mana yang akan digunakan, pilih Zeam Launcher.

Fitur-fitur yang disediakan Zeam Launcher benar-benar berpusat pada home dan launcher saja. Tidak ada widget-widget tambahan, tidak ada pilihan themes (sayang sekali, tapi mungkin hal ini yang membuat Zeam sangat ringan), tidak ada animasi 3D ataupun yang aneh-aneh. Namun kita masih diberi kesempatan untuk mengkustomisasi beberapa bagian seperti bentuk menu (up-down scroll atau page, akan dibahas lebih nanti), dock (kumpulan ikon di bagian bawah layar), gesture (akan dibahas nanti), dll.

Langsung saja, berikut ini beberapa tangkapan layar tampilan home/desktop dari Zeam:

Sangat sederhana, hanya ada dock dibagian bawah. Saya sengaja tidak menambah widget apa-apa karena ingin pamer wallpaper saya (hahahaha). Dock ini dapat dikustomisasi bagian background-nya, apakah ingin warna hitam, abu-abu, bening, dsb. Icon dapat ditambah dan dikurangi dengan melakukan sentuh-tahan kemudian geser (ke tempat sampah untuk menghapus, ke arah dock untuk menambah icon).
Selain dock, jumlah desktop juga dapat diubah sesuai keinginan. Untuk melakukan pergeseran desktop/home, silakan sapu jari anda ke kiri atau ke kanan. Juga ada pilihan untuk desktop scrolling, jadi saat anda sudah sampai di ujung desktop, jika anda melakukan sapuan jari lagi, makan anda akan otomatis dipindahkan ke ujung  desktop yang berlawanan. Untuk melakukan preview seluruh desktop, anda bisa melakukan gerakan mencubit (pinch) untuk ponsel dengan dukungan multi-touch.

Bentuk tampilan menu juga dapat dikustomisasi. Zeam menyediakan dua pilihan tampilan: up-down scroll seperti bawaan vanilla android maupun page view (contohnya seperti yang ada di HTC Sense ataupun Samsung TouchWiz).


Berikut contoh tampilah page view:

Perpindahan halaman menu di page view bisa dilakukan dengan menyapu layar ke kiri dan ke kanan, seperti menu Samsung TouchWiz ataupun HTC Sense. Latar belakang menu juga dapat dikustomisasi, namun lebih ke seberapa besar transparansi latar. Kita dapat menset dari maksimal (membuat latar belakang berwarna hitam) maupun angka yang lain sesuai dengan keinginan kita.

Fitur favorit saya adalah gesture (di Zeam ada di Action Bindings), dengan ini kita dapat menset perintah yang akan dilakukan saat kita membuat suatu gerakan di layar. Saat ini baru ada empat gerakan yang dikenali: sapu ke atas (swipe up), sapu ke bawah (swipe down), home button (menekan tombol home), dan double tap (menyentuh ganda).
Untuk pilihan-pilihan lain, bisa diakses di halaman preferences yang bisa diakses dengan menekan tombol pilihan saat berada di home/desktop kemudian memilih Preferences.
Secara keseluruhan, saya merasakan Zeam Launcher ini sangat ringan, dengan fitur yang cukup lengkap (saya terutama sangat suka dengan page view menu dan gesture/ actions bindings). Dibandingkan dengan launcher lain, Zeam ini lebih ringan, cepat, dan tidak menghabiskan baterai.
Recommended!!!

Tuesday, June 21, 2011

Review: Nexian Cosmic Journey (Updated 1, 2, dan 3)

Saya sudah lama ingin ganti handphone, tapi baru kesampaian saat ini. Maklum baru ada dana hahaha. Di pameran komputer dan handphone di JCC kemarin saya berkesempatan memboyong pulang handphone Android Nexian Cosmix Journey. Lumayan murah, 1,5 juta saja. Saya sebenarnya mengincar CSL Mi320 seharga 1jt tapi ternyata sudah habis.

Kok Nexian sih? Kenapa tidak X8 atau Galaxy Mini atau Optimus ME yang sama-sama berharga 1,5jt? Alasannya: layar. Saya butuh layar yang cukup lebar dengan resolusi yang cukup dan multitouch. X8 layarnya 3,2" dan tidak mendukung multitouch, Galaxy Mini dan Optimus ME resolusi layarnya hanya 240x320. Saat dibandingkan, terlihat jelas layar Coney lebih halus dari Mini / ME, tapi masih kalah halus jika dibandingkan dengan X8, Samsung Galaxy Gio (ya iyalah, secara, Gio dan X8 memiliki resolusi 320x480 dengan penampang 3,2") apalagi saat dibandingkan dengan layar Apple Iphone 4 (no comment deh).

Fisiknya: tombol power dan lubang jack audio diatas; tombol volum, slot microsd dan kamera di samping kanan; slot microusb di bawah; dan tidak ada apa-apa di sisi kiri :D. Di bagian muka ada ear-speaker (ga tau istilahnya); light sensor; tulisan Nexian; layar 3,5" dengan proximity sensor; empat tombol capacitive/ tombol sentuh; dan lubang mic di bawah. Bagian belakang terdapat lubang speaker dan kamera.
Spesifikasi Nexian Cosmic Journey (yang saya beri nama Coney ini) adalah:

  • Prosesor Arm6 528MHz
  • Ram 160Mb update: ternyata RAM Coney memang 256 Mb, yang 100 Mb dipakai oleh kernel linux.
  • Memory internal 200Mb
  • Layar 3,5" HVGA 320x480 capasitive touchscreen dengan multituch support
  • Kamera 3 Mpix dengan flash light minus autofocus
  • Fitur lainnya standar Android: 3G, bluetooth, gps, wifi, microsd slot, auto-rotate, dll.
  • Kelengkapan paket pembelian: unit hp, baterai, headset, charger dan kabel data microusb, microsd 1gb yg terisi Nexian music player dan berbagai buku dan kertas-kertas.
Kalau dilihat dari sisi prosesor dan ram, hp ini masih dibawah seri Android keluaran Nexian sebelumnya, yaitu Nexian Journey. Dan dari sisi kinerja memang cukup terasa, scrolling dan akses menu tidak sehalus X8 ataupun Samsung Galaxy Mini (keduanya memiliki prosesor berkecepatan 600 MHz dengan ram 256Mb --X8 384Mb --Mini) tapi untuk keperluan sehari-hari masih cukup kok. Asal jangan digunakan untuk memainkan game HD ataupun video 360 dpi keatas, pasti patah-patah :D

Sistem Android Froyo yang dibawa Coney ini termasuk vanilla (masih asli tanpa ada perubahan), hanya home atau launcher saja yang diubah oleh Gigabyte (oh iya, Coney ini rebrand produk Gigabyte Gsmart, tapi saya kurang tahu seri apa, sepertinya sih Gsmart Rola. Ini video preview Gigabyte Gsmart Rola http://www.youtube.com/watch?v=qUr5SpHyPQk).

Di launcher bawaan Coney, ada panel bawah dengan tiga icon: Dialer, Menu, dan Contact yang dipisahkan dua titik di kiri dan di kanan. Titik-titik ini menunjukkan home screen yang berjumlah empat (dan sayangnya tidak bisa dikurangi). Home screen bisa dipindah dengan menggeser layar ke kiri-kanan atau dengan menyentuh titik-titik di panel bawah. Tekan-tahan panel bawah dan empat preview home screen akan tampil yang memudahkan kita melihat dan berpindah home screen dengan cepat.

Menu Coney masih standar Android 2.2 (Froyo) dengan scrolling ke atas-bawahnya (update: tersedia update build number froyo di Nexian Center yang memperbaiki stabilitas penangkapan sinyal. Tapi tidak bisa di-root dengan z4root. Sumber Kaskus).
Akses menu cukup cepat, namun terkadang ada sedikit lag saat scroll terlalu cepat. Fitur-fitur di dalamnya juga masih vanilla Android, mulai dari contact, messaging, email, music player, file manager, galery hingga kamera. Berbeda dengan produk keluaran produsen lain yang rata-rata sudah dikustomisasi (TouchWiz, MotoBlur dll). Performa layar capacitive Coney sendiri termasuk bagus, responsif, dan jernih. Sayang saat dibawah sinar matahari tampilannya pudar sekali dan sulit untuk dilihat (update: pasang brightness ke nilai maksimum, lumayan bisa dilihat di bawah sinar matahari).

Seperti yang disinggung di atas, tampilan pemutar musik Coney ini standar bawaan Android. Kualitas speakernya sendiri saya tidak pernah mencoba, karena saya tidak menggunakan hp ini sebagai pemutar musik :D. Keluaran suara dari jack audionya mengecewakan: bass terlalu besar dengan mid-bass yang melebar kesemua frekuensi, treble yang sangat roll-off dan midle yang mundur. Sansa Clip saya mampu memberikan output yang jauh lebih bagus. Saya menggunakan IEM MEElectronic M6, headphone dBE PH10 dan headphone Audio-Technica ATH-SJ33. Kalau anda seorang audiophile, jangan dekati pemutar musik hp ini... Update2: ternyata ini masalah dari firmware yang kurang stabil. Cara restart kualitas audio: nyalakan pemutar musik, lalu pindah ke radio, pilih satu gelombang lalu langsung pindah ke pemutar musik dan mainkan lagu. Tanpa menghentikan lagu, matikan radio. Kualitas suara Coney lumayan, outputnya rich agak bright. Bass agak boomy, separasi dan soundstage so-so saja.

Hasil kameranya diluar dugaan, bagus juga. Beda dengan hasil kamera ponsel-ponsel lokal lainnya :D. Lampu kilatnya hanya mampu mencapai jarak sekitar 40-50cm. Sayang, dengan pengaturan standar, warna hasil tangkapan terlihat kebiru-biruan. Mengubah pengaturan warna ke mode outdoor memperbaiki hasil kameranya. Di unit yang saya miliki, tombol kameranya agak susah digunakan, perlu tekanan yang agak keras.
Update 3: contoh hasil kamera.
Hasil  foto sore hari sekitar pukul 15.30 WIB
Hasil foto pagi sekitar 05.45 WIB
Foto siang hari sekitar jam 12.45 WIB

Bluetooth dan wifi bekerja tanpa masalah. HSPDA tersedia di slot sim pertama sedangkan slot sim kedua hanya sampa EDGE saja. Penangkapan sinyal sangat bagus. Terdapat fasilitas tethering di sini baik melalui wifi maupun melalui kabel data (dengan kata lain Coney menjadi modem internet). GPS-nya sangat cepat malakukan penguncian (luar ruangan dan rumah hunian biasa), tapi jika di dalam gedung bertingkat akan memakan waktu lebih lama.

Ah, bosan membaca isi post yang isinya kata-kata terus? Nih, saya sudah siapkan tangkapan layar dari tampilan Coney:
Home screen/ launcher default Coney
Home screen kedua Coney dengan widget on'off internet, sim switcher, wifi tethering dan on/off fasilitas lainnya.
Notification area yang dimunculkan dengan menarik kebawah panel atas. Masih vanilla tanpa tambahan apa-apa.
Menu Coney yang diakses dengan scroll atas-bawah.
Fasilitas akses cepat aplikasi yang baru dibuka dengan menyentuh-tahan tombol home.
Contact vanilla Android dengan fasilitas pencari cepat berdasar huruf awal.
Pemutar musik standar Android. Sayang outputnya mengecewakan.
Galeri standar Android, tanpa efek 3 dimensi dan lain-lain.
Galeri standar. Efek pinch-to-zoom bisa digunakan karena layar Coney mendukung multitouch.
Informasi versi Android, kernel Linux, dll.
Informasi detail dengan bantuan aplikasi tambahan. Ternyata prosesor Coney hanya 528 MHz dengan ram 160 Mb bukan 600 MHz / 256 Mb seperti kata iklan.
Baterai Coney memiliki rating 1260 mAh dengan jenis Li-Po (Lithium-Polymer). Waktu pengisian sekitar 3-4 jam jika mengisi dalam keadaan hidup dan lebih dari 8 jam di kondisi mati. Aneh memang (update: jika cahrging sudah beberapa jam tidak segera penuh, copot charger, matikan hp, tunggu hingga baterai dingin, charge ulang. Bila baterai panas Coney ini menolak untuk di-charge). Dengan penggunaan standar, Coney (seperti handset Android lainnya) sanggup bertahan satu hari penuh. Matikan koneksi internet, wifi, bluetooth, gps, slot sim kedua, dan underclock prosesor maka Coney bisa bertahan hingga 2 hari.

Kesimpulannya, untuk sekedar berinternet (browsing, facebook, twitter), game ringan (angry bird, crazy bird, dll) dan sedikit edit dokumen, masih sangat cukup. Gamer dan movie freak, silakan melihat ke handphone atau ke pmp lain yang lebih powerfull.