Showing posts with label Hack. Show all posts
Showing posts with label Hack. Show all posts

Friday, January 06, 2012

PC Sync untuk Nexian Cosmic Journey (Gigabyte Gsmart G1315)

Pengguna Nexian Cosmic Journey saat menghubungkan ponsel ke komputer dengan kabel data pasti akan menemui berbagai pilihan, salah satunya PC Sync. Namun sayangnya perangkat lunak untuk melakukan sinkronisasi tidak tersedia, baik di ROM ponsel, di paket pembelian, maupun di situs Nexian. Akibatnya, kita tidak dapat melakukan akses ke pesan, kontak dan berbagai data lain melalui komputer. Proses backup manual juga tidak dapat dilakukan. Memang ada fasilitas sinkronisasi melalui server Google, tetapi kurang komplit rasanya jika kita tidak dapat melakukan edit secara manual.

Saya mencoba menghubungi Gigabyte selaku OEM ponsel ini, namun sayang sekali, jawaban dari mereka tidak memuaskan. Inti dari jawaban mereka adalah: ponsel yang mereka jual, dukungannya diserahkan kepada si pembeli tersebut, dan Gigabyte sudah lepas tangan. Grr..... ngeselin.

Namun kekesalan tersebut berakhir sudah, karena saya menemukan situs tempat mengunduh perangkat lunak untuk ponsel Nexian Cosmic Journey / Gigabyte Gsmart G1315!!! Tidak hanya perangkat lunak untuk sinkronisasi dan management, tetapi juga berkas pembaruan firmware. Mantab.

Kali ini saya ingin membahas perangkat lunak untuk management ponsel yang bernama Android Manager. Perangkat lunak ini dapat diunduh di sini. Pastikan koneksi internet anda stabil, karena ukurannya lumayan besar, sekitar 55,4 Mb. Setelah selesai, ekstrak dan install. Tampilan awalnya seperti ini:

Simbol ponsel-komputer di kiri bawah akan berubah hijau saat ponsel tersambung.
 Ada beberapa menu yang tersedia: Contacts, Messages, Photos, Videos, Music, Application, Files, Sync. Di menu Sync, kita bisa mensinkronisasi berbagai berkas: Contacts, Calendar, Camera, Camcorder dan Folders. Untuk melakukan backup data menyeluruh, ada di menu di toolbar atas File > Backup & Restore. Sekarang jika anda sedang tidak ada koneksi internet, anda tetap dapat mem-backup data-data anda dengan komputer.
Menu Sync.
 Selamat menggunakan.

Update Android Nexian Cosmic Journey (Updated 1,2)

PERINGATAN: LAKUKAN LANGKAH-LANGKAH PEMBARUAN DENGAN RESIKO ANDA TANGGUNG SENDIRI. SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA TERJADI MASALAH DENGAN PONSEL ANDA.

Saya sudah cukup lama menggunakan ponsel Nexian Cosmic Journey.  Ada beberapa kekurangan yang saya temui: sim card yang sering tidak terdeteksi, output headset yang amburadul, layar yang over-sensitive, sering restart saat dihubungkan ke komputer dengan kabel data, dan sensor sinar yang tidak bekerja semestinya.
 
Setelah melihat-lihat sistemnya, ternyata ponsel Nexian Cosmic Journey sejatinya rebrand dari ponsel buatan Gigabyte: Gsmart G1315, namun dengan modul kamera yang dikecilkan menjadi 3 mega pixel. Di web Gsmart sendiri, ternyata sudah ada update firmware yang mengatasi masalah-masalah tersebut. Namun sayangnya pihak Nexian agak lambat dan kurang terbuka dalam penyediaan update tersebut. Di website Nexian tidak ada keterangan update ataupun software yang bisa diunduh untuk ponsel Cosmic Journey ini.

Dari hasil browsing internet, saya menemukan firware terbaru untuk Gsmart G1315 ini adalah 0.50.2 sedangkan versi bawaan Coney adalah 0.21.8. Banyak pembenahan yang  dibawa versi ini. Tapi sayangnya, saat saya coba untuk memperbarui Coney saya dengan berkas ini, proses gagal karena versi dan tipe ponsel yang berbeda. Frustasi, saya bersabar saja, sampai akhrinya ada informasi dari forum lokal mengenai update yang tersedia di Nexian Center. Menyebalkan, kenapa Nexian tidak membuat pengumuman resmi? Atau menyediakan berkasnya untuk diunduh, seperti pada saat update Nexian Journey dulu?

Buat yang malas ke Nexian Center (seperti saya), atau jauh dari Nexian Center, dan mempunyai koneksi internet yang stabil, ada work-around untuk memasang pembaruan Gsmart G1315 ke Coney. Caranya seperti ini:
1. Siapkan berkas pembaruan yang hendak dipasang. Anda bisa mengunduh berkasnya di sini. Pastikan koneksi anda stabil (tidak putus-putus) karena ukuran berkas lumayan besar, sekitar 99 Mb. Sayangnya di situs tersebut tidak ada md5sum dari berkas yang disediakan, jadi kita bisa melakukan pengecekan apakah berkas yang kita unduh sempurna atau tidak. Kalau md5sum dari berkas yang saya unduh dan gunakan (GSmart_G1315_V0.50.2_PL_CZ.zip) adalah:
a0b674664f5d629dee539c77db707602
Melakukan pengecekan md5sum (untuk windows) bisa menggunakan perangkat lunak dari sini.

2. Pastikan anda sudah melakukan rooting Coney anda. Gunakan z4root. Lalu gunakan aplikasi Root Explorer untuk menjelajah berkas di sistem Coney. Lakukan backup seluruh data dan sistem anda, baik secara online atau menggunakan Titanium Backup. Jika menggunakan Titanium Backup, jangan lupa membuat pemasang Titanium Backup Safe Mode (update.zip) untuk berjaga-jaga.

3. Menggunakan Root Explorer, edit berkas berikut:
/system/etc/sw_ver.txt
(maksudnya adalah, jelajahi berkas sistem anda di bagian System lalu ke Etc lalu di dalam folder Etc tsb, cari berkas bernama sw_ver.txt). Cari baris
"BUILD_SW_PROJ =Nexian"
ganti "Nexian" dengan "pl_cz".

 4. Edit berkas:
/system/build.prop
Ganti semua bagian "Nexian" dengan "Gsmart" dan "A892" dengan "G1315". Jangan lupa simpan.

5. Ekstrak berkas ZIP yang tadi diunduh, di dalamnya ada berkas bernama update.zip, salin berkas tersebut ke dalam kartu microsd anda. Taruh di bagian paling atas, jangan masukkan ke dalam folder apapun. Anda bisa menggunakan pembaca kartu (card reader) atau kabel data Coney.

6. Matikan ponsel, pastikan baterai terisi penuh untuk menghindari ponsel mati saat proses pembaruan berjalan. Tekan dan tahan tombol kamera, lalu tekan tombol power. Saat lampu indikator ponsel sudah berkedip biru, anda dapat melepas tombol kamera. Ponsel akan masuk ke System Recovery Mode, dan anda akan menjumpai pilihan untuk melakukan update. Gunakan tombol volume untuk bergulir ke atas/bawah dan tombol kamera untuk memilih.

7. Jawab "Ya" untuk memulai proses pembaruan. Tunggu hingga ponsel melakukan restart. Jika ada masalah, atau tidak bisa masuk ke home, masuk ke System Recovery Mode lagi, lalu lakukan wipe cache dan wipe data. Lalu nyalakan ulang. Selesai.
Tampilan booting:
Firmware baru menggunakan Android 2.2.2 sedangkan sebelumnya adalah 2.2.1:

Tampilan home baru:
Pembaruan ini menyelesaikan semua masalah yang saya sebutkan di bagian awal tulisan: sim card tidak lagi muncul hilang (lebih stabil), output headphone stabil bersih, sensor sinar (untuk pengaturan kecerahan layar otomatis) bekerja dengan baik, layar tidak berlebihan lagi, dan tidak restart saat di hubungkan ke komputer dengan kabel data. Juga ada tambahan menu baru: People.

Saya menemui bug: jika Coney dijadikan hotspot (menggunakan fasilitas wireless tethering), Coney selalu terkunci, dalam artian layar mati, tidak dapat dibawa hidup. Bahkan saat saya coba telpon dengan ponsel lain, Coney saya tidak memberikan reaksi apa-apa, padahal sudah ada nada tunggu di ponsel yang saya gunakan untuk menelpon. Satu-satunya cara adalah cabut baterai, karena ponsel benar-benar terkunci, semua tombol tidak berfungsi. Namun anehnya, tethering tetap jalan, karena saya tetap dapat mengakses internet dari laptop saya. Untuk USB Tethering sendiri, saat awal-awal digunakan tidak ada masalah, namun saat mengakses menu, akhirnya sama saja seperti wireless tethering, Coney terkunci dan tidak dapat diakses walau proses tethering tetap berjalan.
Alternatif: gunakan aplikasi tethering dari Market. Saya mencoba OpenGarden (wireless tethering) dan Coney tetap dapat diakses walau tethering berjalan). Update 1: menggunakan Open Garden, tethering putus beberapa saat setelah layar mati. Mungkin karena kebijakan power saving.
Update 2: Setelah dipergunakan beberapa lama, sekarang saya sudah tidak pernah menjumpai bug ini. Mungkin setelah dilakukan flash ulang sistem Coney masih belum stabil, atau hang dikarenakan kepanasan.

Ingat: semua resiko anda tanggung sendiri. Semua label dan software bawaan Nexian akan dihapus dan diganti bawaan Gigabyte Gsmart. Anda dapat menyalin berkas boot.zip bawaan Nexian untuk mengganti berkas boot.zip Gsmart setelah update. Dan anda dapat mengganti semua Gigabyte GSmart G1315 di build.prob dan sw_vers.txt kembali ke Nexian dan A892 jika anda mau.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Saturday, September 03, 2011

Review Zeam Launcher

Setelah beberapa bulan berkutat dengan ponsel baru Nexian Cosmic Journey, saya mulai berpikir untuk mengoptimalkan hardware-nya. Karena saya tidak ada kemampuan untuk memasak firware sendiri, akhirnya ya hanya bisa mengganti software yang terpasang di sistem Android ponsel saja hahahaha....

Ram dan prosesor coney ini agak mepet, prosesor 528 MHz dengan ram 256 Mb (ternyata ram 256 Mb terbaca hanya 160 Mb dikarenakan yang 100 Mb dikuasai oleh kernel linux....), saya berpikir untuk mengganti launcher dan home yang dipakai oleh Coney ini. Setelah mencoba berbagai macam launcher, akhirnya saya menemukan Zeam Launcher sebagai launcher paling ringan dengan fitur yang cukup lengkap.

Zeam Launcher bisa di dapat di Android Market langsung dari ponsel atau melalui web dari sini. Ukurannya hanya 403 kb, sangat kecil dan ringan bila dibandingkan dengan launcher lainnya (launcher bawaan coney sekitar 1,7 mb). Install dan jalankan dengan menekan tombol home. Nanti akan ada pilihan launcher mana yang akan digunakan, pilih Zeam Launcher.

Fitur-fitur yang disediakan Zeam Launcher benar-benar berpusat pada home dan launcher saja. Tidak ada widget-widget tambahan, tidak ada pilihan themes (sayang sekali, tapi mungkin hal ini yang membuat Zeam sangat ringan), tidak ada animasi 3D ataupun yang aneh-aneh. Namun kita masih diberi kesempatan untuk mengkustomisasi beberapa bagian seperti bentuk menu (up-down scroll atau page, akan dibahas lebih nanti), dock (kumpulan ikon di bagian bawah layar), gesture (akan dibahas nanti), dll.

Langsung saja, berikut ini beberapa tangkapan layar tampilan home/desktop dari Zeam:

Sangat sederhana, hanya ada dock dibagian bawah. Saya sengaja tidak menambah widget apa-apa karena ingin pamer wallpaper saya (hahahaha). Dock ini dapat dikustomisasi bagian background-nya, apakah ingin warna hitam, abu-abu, bening, dsb. Icon dapat ditambah dan dikurangi dengan melakukan sentuh-tahan kemudian geser (ke tempat sampah untuk menghapus, ke arah dock untuk menambah icon).
Selain dock, jumlah desktop juga dapat diubah sesuai keinginan. Untuk melakukan pergeseran desktop/home, silakan sapu jari anda ke kiri atau ke kanan. Juga ada pilihan untuk desktop scrolling, jadi saat anda sudah sampai di ujung desktop, jika anda melakukan sapuan jari lagi, makan anda akan otomatis dipindahkan ke ujung  desktop yang berlawanan. Untuk melakukan preview seluruh desktop, anda bisa melakukan gerakan mencubit (pinch) untuk ponsel dengan dukungan multi-touch.

Bentuk tampilan menu juga dapat dikustomisasi. Zeam menyediakan dua pilihan tampilan: up-down scroll seperti bawaan vanilla android maupun page view (contohnya seperti yang ada di HTC Sense ataupun Samsung TouchWiz).


Berikut contoh tampilah page view:

Perpindahan halaman menu di page view bisa dilakukan dengan menyapu layar ke kiri dan ke kanan, seperti menu Samsung TouchWiz ataupun HTC Sense. Latar belakang menu juga dapat dikustomisasi, namun lebih ke seberapa besar transparansi latar. Kita dapat menset dari maksimal (membuat latar belakang berwarna hitam) maupun angka yang lain sesuai dengan keinginan kita.

Fitur favorit saya adalah gesture (di Zeam ada di Action Bindings), dengan ini kita dapat menset perintah yang akan dilakukan saat kita membuat suatu gerakan di layar. Saat ini baru ada empat gerakan yang dikenali: sapu ke atas (swipe up), sapu ke bawah (swipe down), home button (menekan tombol home), dan double tap (menyentuh ganda).
Untuk pilihan-pilihan lain, bisa diakses di halaman preferences yang bisa diakses dengan menekan tombol pilihan saat berada di home/desktop kemudian memilih Preferences.
Secara keseluruhan, saya merasakan Zeam Launcher ini sangat ringan, dengan fitur yang cukup lengkap (saya terutama sangat suka dengan page view menu dan gesture/ actions bindings). Dibandingkan dengan launcher lain, Zeam ini lebih ringan, cepat, dan tidak menghabiskan baterai.
Recommended!!!

Saturday, February 19, 2011

Desktop of The Month

Halo.... sudah lama juga saya tidak melakukan pembaruan blog ini.... Sebenarnya ada beberapa post yang sudah saya siapkan, beberapa review dan lain-lain, tapi masih masih belum sempat (baca: belum ada niat) untuk menulis di blog.


Ya sudahlah, langsung saja, inilah desktop saya untuk bulan ini:


Tampilannya sederhana, tidak ramai seperti desktop saya bulan lalu. Notebook saya menggunakan Linux Ubuntu 10.04 LTS (tetap bertahan, karena rilis LTS lebih stabil daripada rilis biasa) dengan Gnome.
Jam di kiri atas dan keterangan cuaca di kanan bawah dibuat menggunakan conky. Panel di kiri bawah dan kanan atas menggunakan Avant Window Navigator, gnome-panel saya hapus semua. Cara menghapus gnome-panel terakhir: jalankan gconf-editor (melalui kotak RUN atau lewat terminal) kemudian buka desktop/gnome/session/required_components/panel dan hapus isian gnome-panel. Log-out kemudian log-in kembali.
Detil-detilnya:
  • Menu disediakan oleh AWN, termasuk juga indicator applet dan notificaiton area applet.
  • Transparansi disediakan oleh compiz-fusion
  • Tema gnome menggunakan Divergence II Light dengan selected color diganti menjadi 7DA3B6
  • Window decoration menggunakan Emerald, tema Emerald masih satu paket dengan Divergence II Light.
  • Conky jam: Air clock for conky
  • Conky cuaca: dari sini dengan modifikasi lokasi menjadi Jakarta
  • Tema AWN: AWNTransparent
  • Icon menggunakan Faenza-Cupertin-LucaMod (install Faenza terlebih dahulu)
  • Wallapaper: Esontown.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Saturday, November 13, 2010

Cardapio: Pengganti Gnome-Menu

Menu yang disediakan gnome berfungsi, tapi sayangnya penampilannya kurang menarik. Alternatif lain, GnoMenu, memiliki tampilan yang menarik, dengan kemampuan mengganti tema. Yang kurang menyenangkan adalah sifat menunya yang seperti kick-off menu di KDE 4, sub-menu tertutup menu diatasnya. Membuat akses menjadi kurang praktis. MintMenu (menu yang dipergunakan LinuxMint) hampir sesuai (dengan keinginan saya), hanya ukurannya yang terlalu besar membuatnya kurang enak dilihat (setidaknya menurut saya). Kalau saja jumlah panel dikurangi....

Saya kemudian menemukan Cardapio, sebuah pengganti menu di gnome. Pertama kali lihat, saya langsung berpikir "INI DIA!" Pas sesuai keinginan saya: menu dua panel yang sederhana, penyatuan penjelajah dengan menu, akses aplikasi yang sederhana, kemampuan untuk menindih aplikasi yang sering dipergunakan. Sebenarnya msih banyak fitur cardapio seperti pencarian internet, pencarian berkas, dll, tapi fitur yang paling penting (untuk saya) adalah yang disebutkan diawal.

Cardapio dapat dipasang di (Ubuntu dan turunannya) dengan cara mengetik perintah berikut di terminal:

sudo add-apt-repository ppa:cardapio-team/unstable
sudo apt-get update
sudo apt-get install cardapio
Untuk cara pemasangan di distribusi lain dan untuk menambah fitur pencarian berkas bisa dilihat di Launchpad Cardapio.
Setelah selesai, silakan tambah Cardapio di panel. Jika Cardapio tidka muncul di daftar applet, silakan restrat linux anda.

Contoh tangkapan layar Cardapio:

Selamat mencoba!

Saturday, October 09, 2010

My Conky Config

Utak-atik konfigurasi conky itu menarik, jika tau caranya. Tapi buat yang malas, atau baru pertama mencoba, utak-atik konfigurasi conky bisa membuat stress. Untungnya, ada banyak konfigurasi conky yang diberikan secara cuma-cuma di internet. Saya sendiri menggunakan konfigurasi dari internet untuk kemudian saya edit sendiri. Konfigurasi asli yang saya gunakan dapat dilihat di sini.
Milik saya:
# — Conky settings — #
background no
update_interval 1

cpu_avg_samples 2
net_avg_samples 2

override_utf8_locale yes

double_buffer yes
no_buffers yes

text_buffer_size 1048
imlib_cache_size 0

# — Window specifications — #

own_window yes
own_window_type override
own_window_transparent yes
own_window_colour 3B3B3B
own_window_hints undecorate,sticky,skip_taskbar,skip_pager,below

border_inner_margin 0
border_outer_margin 0

minimum_size 250 0

alignment top_right
gap_x 10
gap_y 40

# — Graphics settings — #
draw_shades no
draw_outline no
draw_borders no
draw_graph_borders no

# — Text settings — #
use_xft yes
xftfont Aller:size=10 #D3 Euronism:size=10
xftalpha 0.8

uppercase no

default_color #3f3e3a ffffff#

TEXT

${voffset 0}${alignc}${font ConkyWeather:size=82}${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --datatype=WF}${font}

${voffset -50}${font Weather:size=40}y${font} ${voffset -38}${font Arial Black:size=22}${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --datatype=HT}${font}

${voffset 0}${font}Barometer Tendency: ${alignr}${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --datatype=BD}
${voffset 0}Humidity: ${alignr}${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --datatype=HM}
${voffset 0}${font}Wind Speed: ${alignr}${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --hideunits --datatype=WS} km/h ${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --hideunits --datatype=WD}
${voffset 0}Daylight: ${alignr}${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --datatype=SR} - ${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --datatype=SS}

${font}${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --datatype=MP}
${voffset -30}${alignr 42}${font MoonPhases:size=28}${execi 600 conkyForecast --location=IDXX0022 --datatype=MF}${font}

${font weather:size=28}x${font} HDD: ${alignr 2}${execi 5 ~/.conky/hddmonit.sh} °C
${voffset -35}CPU: ${alignr}${acpitemp}°C


${if_up ppp0}${font PizzaDude Bullets:size=14}v${font Aller:size=10} 3G Up: ${alignr}${upspeed ppp0}
${font PizzaDude Bullets:size=14}r${font Aller:size=10} 3G Down: ${alignr}${downspeed ppp0}${else}${font PizzaDude Bullets:size=14}4${font} 3G Modem Disconnected ${endif}
${if_existing /sys/class/net/eth0/operstate up}${font PizzaDude Bullets:size=11}M${font Aller:size=10} LAN Up: ${alignr}${upspeed eth0}
${font PizzaDude Bullets:size=11}S${font Aller:size=10} LAN Down: ${alignr}${downspeed eth0}${else}${font PizzaDude Bullets:size=11}4${font Aller:size=10} LAN Disconnected ${endif}
${if_up wlan0}${font PizzaDude Bullets:size=11}M${font Aller:size=10} WifiUp: ${alignr}${upspeed wlan0}
${font PizzaDude Bullets:size=11}S${font Aller:size=10} Wifi Down: ${alignr}${downspeed wlan0}${else}${font PizzaDude Bullets:size=11}4${font Aller:size=10} Wifi Disconnected ${endif}

${font StyleBats:size=11}A${font Aller:size=10} CPU1: ${alignc}${cpu cpu0}% | ${alignr}CPU2: ${cpu cpu1}%
${voffset -2}${font Poky:size=14}Q${font Aller:size=10} ${voffset -6}Battery: ${alignr}${battery}
${font PizzaDude Bullets:size=14}J${font Aller:size=10} FREE/RAM ${alignr}$mem / $memmax

${font StyleBats:size=16}P${font Aller:size=10} Work: ${alignr}${uptime_short}


Untuk menggunakan konfigurasi ini, salin dan tempel konfigurasi diatas ke editor teks, kemudian simpan. Jalankan conky dengan perintah:
conky -c berkaskonfigurasianda
Silakan baca ini dan ini untuk informasi lainnya. Berbagai konfigurasi conky bisa dilihat di sini dan di sini. Berbagai variabel conky lainnya bisa dilihat di sini.

Hasil conky saya:

 

Tema yang dipergunakan Equinox Wide dengan icon Faenza-Dark (dapatkan keduanya di sini. Preview window di taskbar merupakan fasilitas dari DockBarX, bukan dari compiz-fusion. Untuk mengaktifkannya: klik kanan DockBarX applet di panel > Properties > Popup Window > Previews > Show previews. Ubah ukuran preview sesuai selera anda (saya sendiri menggunakan ukuran 200). Selamat mencoba!

Monday, August 30, 2010

Setelah Sekian Lama...

Huff... lama sekali saya tidak menyentuh blog ini.... Apa kabar Indonesia? Makin kacau.... cek. Pemerintah seenaknya... cek. Bulan puasa... cek. Siap-siap mudik.... ops, sepertinya lebaran ini tidak mudik dulu.... Maklum, keuangan sedang gawat.

Sibuk apa sih saya beberapa bulan ini? Hm... ada deh!!! Hahahahaha.... Ada lah, pokoknya, selain sibuk, juga sedang tidak ingin menulis blog saja. Lagi pula tidak ada hal seru yang bisa ditulis. :P

Ngomong-ngomong, saat saya iseng menjelajah jagad-jembar, saya bertemu dengan linux Ubuntu hasil kustomisasi, namanya Pinguy. Keren juga, walau secara garis besar berkiblat ke tampilan Mac OSX. Untuk jelasnya, bisa dibaca di sini.

Saya lihat-lihat, ada beberapa fitur yang menarik, walau mungkin hanya secara tampilan (eye-candy) saja. Akhirnya setelah seharian berkutat, selesailah perubahan di tampilan linux di laptop saya.

 Di sini, saya hanya mencontoh beberapa aplikasi yang ada di Pinguy saja: gnome2-globalmenu (tampilan menu seperti MacOSX), Docky (dock bar bagian bawah) dan CoverChooser (plugin untuk Nautilus). Selain itu, Nautilus (file manager) bawaan Ubuntu, saya ganti menjadi Elementary-Nautilus yang lebih elegan dan lebih mudah dikustomisasi. Tema yang digunakan adalah Elementary dengan icon AwOken. Font yang digunakan adalah ttf-droid (sudah ada di repository Ubuntu). Conky masih seperti konfigurasi seperti sebelumnya, dengan efek Compiz-Fusion aktif.
Gnomenu dengan transparasi dari Compiz-Fusion (plugin Opacity and Brightness dengan isian class=GnoMenu.py dan transparasi 95).
CoverChooser plugin dan Elementary-Nautilus: membuat tampilan koleksi musik dan gambar/foto menjadi jauh lebih menarik!

Selesai kustomisasi linux saya. Tinggal linux di PC saja yang masih belum. Sementara masih menggunakan LinuxMint 8 XFCE berbasis Ubuntu Karmic Koala, saya belum sempat mengunduh LinuxMint 9 XFCE yang baru keluar beberapa waktu lalu.

Monday, May 24, 2010

Desktop of the Months

Sudah lama (sekali) tidak melakukan posting, maklum, sedang sibuk (baca:depresi berat) :P. Dari pada tidak ada update sama sekali, ya mendingan saya post Desktop of the Months saja deh, sekalian review singkat Ubuntu rilis terbaru, Ubuntu 10.04 Lucid Lynx :D

Sudah beberapa minggu ini saya menggunakan Ubuntu terbaru di laptop saya. Kesan singkat? Boot cukup cepat, hanya saja entah kenapa, di laptop saya, loading kernel sesaat sebelum boot agak lama. Jadi ada jeda setelah menekan Enter di grub sebelum booting dilakukan. Entah apakah hanya di mesin saya atau yang lain juga sama, saya tidak tahu. Bootingnya sendiri cukup cepat, sekitar 15 detik, dengan 3 detik tambahan untuk login.

Secara keseluruhan, sistem cukup ringan. Bahkan, jika dibandingkan dengan rilis Ubuntu sebelumnya (Karmic), masih lebih ringan Lucid. Sistem reponsif, ringan, dengan pilihan warna dan tema yang jauh lebih segar, kalem, dan enak dipandang mata. Warna coklat-ungu yang digunakan bagus sekali! :D

Tapi yang namanya buatan manusia, pasti tidak ada yang sempurna. Yang paling tidak menyenangkan adalah Gwibber yang tidak berjalan dengan benar. Sama sekali tidka berguna. Akhirnya tetap menggunakan Echofon yang merupakan addon Firefox. Lalu Empathy, yang memang jauh lebih ringan dari Pidgin, tapi sayang sekali tidak bisa mengirim berkas. Lainnya dicari-cari dulu deh heheheheh....

Karena saya orangnya kere-aktif, saya gatal untuk mengutak-atik tampilan Ubuntu Gnome ini. Seperti biasa, dunia Linux penuh dengan barang gratisan :D. Setelah mengutik sana-sini, jadilah tampilan Ubuntu saya seperti ini:

Ubuntu saya, dengan fitur terbaru untuk update status IM di pojok kanan bawah, dan conky, kali ini disatukan di satu tempat dan tanpa jam. Gnome-panel (panel di bawah) dibuat transparan. Tema keseluruhan sih Windows 7 look-alike :D
Menu saya menggunakan GnoMenu, karena jujur saja, menu bawaan Gnome itu jelek. Temanya saya menggunakan Elementary Menu. Kesukaan saya sih sebenarnya menu yang sederhana, tidak terlalu bertele-tele, dan terutama tidak terlalu besar/panjang. Menu yang hampir ideal sebenarnya adalah MintMenu (menu utama Linux Mint). Tapi jujur saja itupun masih terlalu lengkap. Menu impian saya adalah menu yang tidak terlalu besar, dengan isinya menu favorit, menu keseluruhan, satu/dua penjelajah, menu panel kontrol konfigurasi sistem dan menu pencarian aplikasi. Saya ini memang banyak maunya hahahaha.....

Tema yang saya gunakan adalah Victory. Kenapa tidak menggunakan tema yang mirip vista/7? Sebab tema vista/7 itu tidak terlalu bagus (kalau tidak mau menyebut jelek), dan Victory ini mempunyai pilihan warna yang bagus. Terutama bagian tree panel di sebelah kiri dan bentuk lokasi bar yang mengikuti tampilan Ubuntu Software Center. Ditambah dengan transparasi dari Compiz-Fusion dan Emerald, lengkaplah tampilan yang trendi Ubuntu saya.
Tidak lupa gambar latar yang bagus, sedikit tweaking di panel dengan Dockxbar dan addon Compiz-Fusion berupa Tumbnail. Cantik. Windows 7 kalah dah :D

-------------------------------
semua tema bisa dicari di gnome-looks.org.
wallpaper dari customize.org
conky hasil edit dan nyontek dari internet heheheh
dockxbar bisa dicari di internet tentunya
(ketahuan malesnya hahahahaha)

Wednesday, March 24, 2010

Conky - A Lightweight System Monitor

Apa sih conky? Conky itu perangkat lunak untuk monitor sistem seperti cpu, jaringan, suhu, harddisk, email, update dan lain-lain. Lalu, apa sih yang membuat conky populer? Conky itu sangat ringan, sebab dia tidak membutuhkan GUI yang rumit untuk menampilkan outputnya, dia langsung menggunakan X Window. Sederhananya, dia "menggambar" outputnya langsung di desktop, dan tidak tergantung dengan desktop manager yang digunakan.
Conky tersedia untuk Linux dan BSD (dan turunannya). Untuk windows, ada perangkat lunak bernama Samurize, tapi tetap ada perbedaan antara conky, dan samurize.

Di Linux, conky umumnya sudah tersedia di repositori. Silakan buka manager perangkat lunak atau manager paket distro anda dan lakukan pencarian terhadap conky. Saya sendiri menggunakan Linux Mint yang berdasar Ubuntu, jadi proses pemasangan di Linux Mint dapat menggunakan Synaptic atau lewat command line atau konsol dengan mengetik:
sudo apt-get install conky
atau:
sudo aptitude install conky
Pastikan sistem anda terhubung dengan internet atau repositori lokal anda terpasang dengan baik. Sistem akan mengunduh conky dan memasangnya di sistem anda. Setelah terpasang dengan baik, conky dapat dijalankan dengan mengetikkan conky di command line atau konsole atau kotak perintah run, atau dengan mengklik ikon di sistem menu jika tersedia.

Tampilan default conky adalah seperti ini:


Dengan menjalankan perintah conky dari command line, maka conky akan terkait dengan command line yang anda buka. Jadi, jika anda tutup jendela command line tempat anda menjalankan conky, maka conky juga akan ikut tertutup. Untuk mencegah hal ini anda dapat menjalankan conky sebagai daemon (semacam background process jika anda di Windows) dengan perintah:
conky -d
Dengan ini anda dapat menutup jendela command line dan conky akan tetap berjalan.

Conky memiliki kemampuan untuk dikonfigurasi yang sangat baik, anda dapat menggabungkan conky dengan berbagai skrip/bahasa pemrograman lain, yang umum digunakan adalah lua dan python.
Tampilan conky dapat dikustomisasi sesuai selera dengan mengedit berkas .conkyrc di folder Home anda. Tampilkan berkas tersembunyi terlebih dahulu karena berkas dengan tanda titik didepan nama berkas menunjukkan berkas tersebut sebagai berkas tersembunyi. Selain berkas .conkyrc, conky sebenarnya juga dapat menampilkan tampilan sesuai konfigurasi di berkas lain, asalkan kita tunjukkan lokasi berkas konfigurasi yang kita buat dengan memberi perintah -c di belakang perintah conky:
conky -c /lokasitempatandamenyimpan/berkaskonfigurasianda
Misalkan di sistem saya, conky saya perintahkan untuk membaca berkas konfigurasi di direktori .conky di direktori Home saya, perintahnya:
conky -d -c ~/.conky/.conkycuaca
Di linux, simbol ~ (tombol di kiri atas, biasanya diatas Tab, dan tepat di sebelah kiri tombol angka satu) menunjukkan direktori home anda, jadi jika kita mengetik:
cd ~
di command line, kita akan dibawa ke direktori home anda (biasanya di /home/namapenggunaanda).

Agar conky dapat berjalan tiap sistem dimulai, anda dapat menambahkan conky di startup (tiap distro berbeda, silakan baca manual/petunjuk distro anda untuk lebih jelasnya). Misalkan di Ubuntu (termasuk Linux Mint standar) anda dapat mencari di Setting > Startup, untuk di Linux Mint Fluxbox CE (varian Linux Mint yang menggunakan fluxbox sebagai desktop manager-nya) dapat dilakukan dengan mengedit berkas startup di direktori .fluxbox di direktori home anda.

Jika conky anda menggunakan beberapa berkas konfigurasi (seperti saya misalnya), anda dapat menambahkan lebih dari satu perintah conky di startup anda. Misalkan, conky saya menggunakan konfigurasi di .conkyrc (berkas default conky), .conkyrc2 dan .conkyrc3, maka saya menambahkan perintah ini di startup saya:
conky -d (untuk conky dengan konfigurasi di .conkyrc)
conky -d -c ~/.conkyrc2 (untuk conky dengan konfigurasi di .conkyrc2)
conky -d -c ~/.conkyrc3 (untuk conky dengan konfigurasi di .conkyrc3)
atau agar lebih sederhana, anda dapat membuat satu berkas skrip (semacam berkas bat di Windows) yang berisikan perintah diatas. Caranya: buka editor teks anda (misalkan Gedit, nano, vi, kate, kwrite, mousepad atau yang lainnya) dan buat berkas kosong di tempat yang anda inginkan (misalkan di home anda), dan isikan perintah anda. Misalkan berkas yang saya gunakan:
#!/bin/bash
sleep 1 &&
conky -d &&

sleep 1 &&
conky -d -c ~/.conkyrc2 &&
sleep 1 &&
conky -d -c ~/.conkyrc3 &&
sleep 1

Silakan ganti dengan lokasi berkas konfigurasi conky anda. Setelah itu, buka command line, pindah ke direktori anda menyimpan berkas skrip tadi dan ketik:
chmod +x namaberkasanda
Perintah ini akan memberikan attribut executable ke berkas anda. Setelah itu, tambahkan perintah ini ke startup anda:
sh /lokasitempatandamenyimpanberkasskrip/namaberkasskripanda
Berikut ini beberapa tangkapan layar sistem saya (dengan conky):
Pada dua tangkapan layar terakhir, perhatikan pojok kanan atas, di situ dapat dilihat conky  dihubungkan dengan dua perangkat lunak pemutar musik yaitu Decibel (lewat fungsi bawaan Decibel) dan Exaile (lewat conkyExaile).
Berbagai fungsi yang disediakan conky dapat dilihat di sini. Selamat mencoba!

Monday, November 30, 2009

Desktop Of The Week

Yap, inilah tampilan desktop linux saya kali ini.... Sehabis memasang Kubuntu kustom, dilanjutkan dengan kustomisasi agar nyaman saat digunakan. Kubuntu merupakan distro turunan Ubuntu, tetapi menggunakan KDE. Awalnya saya menginstal Kubuntu versi standar, tetapi ternyata bloated, penuh dengan berbagai hal yang tidak saya butuhkan.... Akhirnya saya putuskan untuk melakukan pemasangan kustom: memasang command line system (sistem hanya terdiri dari command line seperti dos), menambah repo lokal (saya awalnya hanya menambah dari dvd Ubuntu Studio versi alternate dan cd Kubuntu versi alternate), instalasi sistem dasar (xorg, acpi support, sound), kemudian sistem dasar KDE (kdm, kdebase-workspace, plasma, dolphin, dll), dan berbagai perangkat lunak yang saya butuhkan (selama masih ada di repo lokal saya). Login ke X kemudian melanjutkan penambahan repo dari kambing.ui.ac.id serta Medi Ubuntu (untuk dukungan restricted extras seperti kemampuan memutar format propiertary, dvd dsb) dan melanjutkan penambahan berbagai perangkat lunak yang tersisa. Selesai. Ups, tinggal kustomisasi desktop saja.

Di sini KDE yang digunakan adalah KDE 4.3.3. Untuk pengguna Kubuntu Karmic Koala, silakan tambahkan repo ppa ini, dan tambahkan gpg-key menurut cara ini.



Tampilan desktop saya. Kanan atas merupakan plasmoid Analog Watch dan Simple Label. Kanan bawah plasmoid Playing Now yang menunjukkan lagu yang sedang diputar dengan Amarok 2.2.1.

Contoh lain dari plasmoid yang disediakan KDE4. Kiri atas merupakan Folder View yang mampu menampilkan isi dari folder tertentu (dalam screenshot ini folder berisi wallpaper) dengan kemampuan live preview, dan plasmoid Facebook (menampilkan facebook versi iphone). Plasmoid lain yang sering saya gunakan lainnya adalah Microblogging (plasmoid untuk mengakses Identica atau Twitter).

Tampilan menu KDE versi Kickoff, menampilkan bagian favorite yang berisikan berbagai aplikasi yang sering saya gunakan. Di sebelah kanan merupakan panel tempat menambahkan plasmoid lainnya.

Tampilan Dolphin, file manager dari KDE4, dengan kemampuan live preview. Panel KDE juga memiliki kemampuan ini, seperti saat kita mengarahkan tetikus diatas jendela yang kita inginkan.

Beautiful eh?! Jangan takut menggunakan opensource os! Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi!!!

---------------------------------------------
Sistem Operasi: Kubuntu 9.10 Karmic Koala dengan KDE 4.3.3 (update terbaru)
Widget: Plasma desktop dengan plasmoid
Tema plasma: Simple Clear (dari kde-look.org)
Wallpaper: Lupa dari mana.... :P. Jika ada yang tahu tempat download wallpaper ini, atau tahu siapa yang membuat, silakan pm saya.

Thursday, November 12, 2009

Install Microsoft Reader di Linux

Saya suka membaca buku, terutama yang ringan-ringan. Paling malas kalau disuruh membaca buku yang pake mikir hahahaha.... Dan sejak mengenal situs-situs ebook bajakan (ehm...ehm...ehm...), kesukaan membaca saya makin menggila... Kalau saja tidak dibatasi dengan internet endonesiyah yang piiip piiip piiiip (cencored) ini, bisa saya borong habis itu situs :P.

Format ebook yang saya punya ada berbagai macam, ada pdf, djavu, html, dan lit. Untuk sistem operasi Microsoft Windows, pembaca format-format ini dapat dengan mudah dicari. Yang jadi masalah, sistem operasi utama di komputer saya adalah linux. Untuk pdf, html dan djavu ada pembacanya, yang jadi masalah adalah lit. Setelah mengublek-ublek internet mencari pembaca lit di linux, hasilnya nihil.... Format lit ini memang format tertutup milik Microsoft, dan satu-satunya pembaca yang gratis adalah Microsoft Reader (bisa diunduh secara gratis di situsnya Microsoft).

Akhirnya terpaksa melakukan instalasi perangkat lunak ini di linux. Wew, linux canggih yah, bisa memasang perangkat lunak untuk sistem operasi lain... :D. Caranya? Gampang....

  1. Install dahulu layer kompabilitas bernama wine. Di Ubuntu dan turunannya, bisa dilakukan dengan melalui Synaptic atau lewat command line dengan mengetikkan:

    apt-get install wine
    atau
    aptitude install wine.
    Ingat, pastikan koneksi internet anda tersambung dengan lancar, dikarenakan installasi wine memerlukan pengunduhan berkas yang cukup besar. Jika anda tidak memiliki koneksi internet, bisa menggunakan fasilitas apt-web di sini atau di sini.

  2. Jika sudah, silakan siapkan installer Microsoft Reader, Bisa diunduh di sini (untuk pc). Simpan.
  3. Buka command line, arahkan ke lokasi tempat penyimpanan installer Microsoft Reader tadi kemudian ketik:

    wine MSReaderSetupUSA.exe
    Atau dengan melakukan klik ganda di file tadi :D.

  4. Jendela baru akan muncul. Ikuti langkah-langkah installasi seperti biasa. Di bagian terakhir, jika wisaya menawarkan aktivasi, jangan mau, sebab aktivasi memerlukan Internet Explorer. Efeknya, jika kita memiliki ebook berlisensi, kita tidak akan bisa membukanya. Tapi tidak apa-apa, sebab ebook saya tidak ada lisensinya semua >:).
  5. Installer akan membuat ikon shortcut di desktop. Klik kanan shortcut, lalu pilih Properties. Di jendela properti yang terbuka, lihat bagian Command, silakan blok semua, klik kanan, Copy.
  6. Buka tempat anda menyimpan ebook berformat lit anda, lalu klik kanan satu file, pilih Properties. Di jendela properti yang terbuka, lihat tab Open With, lalu klik Add. Di jendela baru, lihat bagian bawah, ada pilihan Use a custom command. SIlakan tempel ke situ. Jika sudah klik Add dan Close. Kini jika anda melakukan klik ganda ke berkas ebook lit anda, anda akan langsung dibawa ke Microsoft Reader.
Ups, kok Microsoft Readernya muncul sebentar lalu hilang? Ow ow.. error.... Error tersebut dikarenakan Microsoft Reader membutuhkan satu file library (dll) bernama msvcirt.dll. Silakan unduh dari sini, lalu salin ke folder wine anda (biasanya di ~/.wine/drive_c/windows/system32 dengan ~ menunjukkan home anda). Folder .wine ini biasanya tersembunyi, untuk menampilkannya silakan menekan Ctrl+H.

Selesai... Silakan membaca ebook berformat lit anda di linux!

ps: untuk installasi Microsoft Reader dengan Aktivasi akun, silakan main-main ke blog ini.

Sunday, November 08, 2009

Desktop of the Week

Ganti minggu, ganti lagi tampilan desktopnya hehehe....
Sekarang ini tampilan desktop linux saya adalah seperti ini....



Desktop tanpa plugin snow....



Desktop dengan LinuxMint Menu...



Pop-up menu dengan transparansi dari Compiz-Fusion





Desktop dengan snow dan art dari Exaile Music Player

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tema kali ini adalah em....cyberpunk? Hahaha... entahlah... awalnya saya ketemu skrip Conky di devianart, tapi kok wallpaper yang digunakan kok kurang menarik... Conky-nya sendiri menarik, berupa bulatan-bulatan dengan berbagai macam fungsi (saya paling senang dengan bentuk bulatan-bualtan di desktop hahaha), dengan jam dan font yang terkesan cyberpunk... Setelah saya padu padan, dengan sedikit edit di Conky untuk menampilkan tulisan Linux Mint di kiri atas, akhirnya jadilah, desktop saya seperti screenshot diatas....

Wallpaper: Reflux (dengan sedikit edit). Saya lupa dapat dari mana, kalau tidak salah dari customize.org. Untuk yang tahu pemilik aslinya, silakan pm saya yah... agar saya bisa memberikan credit yg sesuai
Tema: Kupo-Finale (Green). Diedit untuk membuat panel berukuran 30px. Unduh di sini.
Icon: Elementary. silakan cari di gnome-looks.org atau dari theme-pack Aureus-Mariux dari sini atau sini.
Conky script: lotus-ring. Unduh di sini.
Sistem Operasi: LinuxMint 7 dengan Conky 1.7
Music Player: Exaile.
Transparasi dan efek Salju: Compiz-Fusion dengan plugin Snow

---------------------------------------------------------------