Showing posts with label Mudik. Show all posts
Showing posts with label Mudik. Show all posts

Saturday, September 05, 2009

All New!!!!

Wew... capek banget, tadi siang diminta ibu untuk menemani beliau mencarikan notebook untuk kakak perempuan saya di Mangga Dua. Singkat cerita, setelah berjalan mengelilingi Mall Mangga Dua, sampai ke Orion Dusit, dari lantai atas sampai bawah, akhirnya ketemu notebook sehaga 4 jutaan (maklum, budgetnya hanya segitu), Axioo seri MNC815C/MNC105 (Celeron) dan Axioo MNC115 (Dual Core). Selain prosesor, bedanya hanya di kapasitas harddisk, 160 dan 250 Gb. Keduanya 14 inchi. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar dengan penjualnya, akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling lagi.

Tadi di lantai bawah Mall Mangga Dua, kami melihat ada stand A-note. Iseng-iseng melihat, eh, ada notebook dengan spesifikasi sama persis dengan Axioo tapi lebih murah. Wehehehehe... beda 300 ribu kan lumayan..... Kemudian, saya iseng melihat netbook keluaran mereka, wah kok ada tulisannya FREE EXTERNAL DVD WRITER??? Langsung deh, saya tanya..... hahahahaha.... dasar (bekas) mahasiswa, begitu lihat kata FREE langsung deh, cling-cling-cling....


Ternyata kata mbak penjualnya, memang benar, netbook tersebut dijual dengan bonus drive optik eksternal! Waw.... Spesifikasinya sih, standar netbook: prosesor Intel Atom, chipset Intel 945GSE, RAM 2 Gb (ada juga yang 1 Gb), harddisk 250 Gb (ada juga yang 160 Gb), WiFi, Bluetooth, LAN, webcam, dll dsb. Serinya A-1026. Pilihan warnanya ada tiga: hitam, putih dan merah. Tentu saja saya pilih merah hehehe.. teuteup!
Harganya total 'hanya' 3,7 juta. Mahal? Nope. Dengan FREE drive optik eksternal, sama saja harga netbook-nya 'hanya' sekitar 3-3,2 juta. Drive optik eksternalnya (yang setelah saya cek ternyata bermerek Sony) kira-kira 600 ribu. Dengan 3,7 juta, its a steal! Akhirnya jadi deh, menenteng pulang netbook tersebut.
Paket penjualan berisi netbook A-Note A1026 Merah, kabel catu daya, baterai, cd driver, softcase, buku panduan dasar penggunaan, drive optik eksternal, berbagai plastik pembungkus, dan buku garansi.

Sembari menunggu proses transaksi yang cukup lama, saya minta ijin ke ibu untuk jalan-jalan sedikit. Rencana saya sekalian hendak berburu headphone hehehehe... Ingin mencoba berburu AKG K66, salah satu best all-round headphone di bawah 500 ribu, tapi sayang sudah lama discontinued. Tapi siapa tahu, masih ada yang menyimpan stok (yang mungkin belum laku). Sudah lama saya ingin berburu headphone ini, tapi baru sempat sekarang.

Setelah berpusing-pusing ke seluruh bagian pertokoan, hasilnya nihil. Ada yang memajang headphone AKG, tapi seri k5XX dan k4XX. Hmm, kita maunya yang K66. Di beberapa toko ada yang memajang Sennheiser PX100, PX200, tapi saya kan pengennya AKG. Lalu ada yang jual SonicGear dan Philips. Merek terakhir ini sepertinya sedang meluaskan pangsa pasarnya, sebab di mana-mana saya lihat banyak yang memajang earphone, IEM, dan headphone Philips, beserta DAP (Digital Audio Player) dan PMP (Portable Media Player)-nya. Uh, memang susah... Mungkin harus ke Glodok, ke toko paling pojok hehehehe....

Setelah itu, pindah ke toko elektronik langganan , untuk membeli modem (lagi). Kali ini tidak pakai harga mahal-mahal, cukup dengan 690 ribu saya sudah dapat memboyong pulang modem Prolink PHS100. Memang merek ini belum seterkenal merek lain seperti Huawei, Sierra Wireless, dll, tapi kan, kapan kita tahu kualitas suatu merek kalau tidak mencoba, iya tho?
Sekalian saya memboyong pulang tetikus (mouse) Logitech (yay!!! Akhirnya beli tetikus mahal juga! hahaha).

Akhirnya saya menghabiskan waktu menunggu buka puasa dengan melakukan pemasangan sistem operasi dan perangkat lunak lainnya ke netbook A-Note kakak saya ini. Sistem operasi rencana hendak saya pasang dua (!), Windows XP (teuteup...) dan Linux. Linux-nya sedang menimbang-nimbang, hendak memasang sistem apa. Apakah Moblin yang masih beta itu? Atau Ubuntu Netbook Remix yang tampilannya GNOME banget itu (sorry gnome fansboy, I'm not one of you!)? Atau apa ya? Hmm, mungkin saya pasang sistem Linux seri agak lama saja, sebab Linux terbaru saat ini menggunakan driver dari Intel yang buggy banget....(silakan coba baca ini dan ini)

Wew, WinXP-nya masih bajakan, tapi saya usahakan perangkat lunak lain yang bajakan seminim mungkin. Perangkat perkantoran: OpenOffice.org, FoxitReader. Internet: Firefox, Orbit Downloader, Pigdin. Multimedia: Foobar2000, KLite Media Codec Pack+ Media Player Classic, The GIMP, Audacity. Lalu ada 7Zip, TuneUp Utilities (duh, ini masih bajakan nih, tapi yang keluaran 2006 kok hehehe), Unlocker. Antivirus menggunakan Avast Home Edition, firewall dengan Comodo. Yang bajakan hanya ada dua: sistem operasi dan TuneUp saja. Biar dosanya nggak banyak-banyak....


Wah, sebenarnya awalnya hendak menulis tentang dota OMG, oh well....

Friday, August 21, 2009

Mari Mudik!!!

Wah, tak terasa besok sudah mulai puasa, malam ini mulai tarawih. Di mana-mana suasana ramadhan mulai menyelimuti, hiasan-hiasan, diskon-diskon (huray!!), sale (double huray!!), dan tak lupa mudik.

Saya bertahun-tahun tidak pernah merasakan rasanya mudik, atau nikmatnya berjuang mudik (seperti yang sering diceritakan dengan berapi-api oleh saudara-saudara saya dulu). Tapi sejak saya kuliah dan tinggal di ibukota Indonesia bernama Jakarta ini, mau tak mau, mudik menjadi satu eeeee... pilihan (?). Well, bukan kebiasaan, karena tidak setiap tahun saya sekeluarga bisa pulang ke tanah air bernama Ngawi. Eh, jangan salah, biarpun kecil, (yeah, I know, its a very very small city), but its quite famous you know! Pernah dengar tempat artis paling sopan se-Indonesia mengalami kecelakaan hingga meninggal? Tahu satu-satunya kota yang selamat dari grebekan Front Pembela Islam beberapa tahun lalu? Ya, itulah Ngawi. Biarpun namanya terdengar aneh, gini-gini namanya di-'contek' lho, sama satu kota di luar negeri!

Dan lagi, Ngawi itu kota tua lho! Hampir setua Jakarta! Saat ini mencapai 650 thaun lebih. Saat kota-kota lain masih menjadi hutan belantara, Ngawi sudah didiami dan menjadi pusat kebudyaan, baik purba maupun modern. Di Ngawi lah ditemukan berbagai fosil kera purba. Di Ngawi juga ada musium bernama Trinil (walau sayang sekali kondisinya kurang terawat, seperti juga musim-musium di Indonesia lainnya). Belum lagi berbagai peninggalan kerajaan Mojopahit. Hmm, jadi sebenarnya Ngawi itu kota terkenal yah... hehehe...

Yang membuat rindu Ngawi itu adalah..... udaranya.... pemandangannya.... langitnya....suasananya.... Udaranya masih cling cling cling, yang begitu kita hirup, rasanya kaya ngebersihin kotoran polusi di paru-paru. Pemandangannya... luas... hijau.... lengang.... Langitnya... luas.... membentang.... biru bersih.... kita bisa melihat langit dari satu sisi ke sisi lain, tak terhalang gedung-gedung bertingkat... kalau malam, bintang-bintang terlihat kerlap-kerlip, kita bisa melihat dengan jelas, tidak seperti langit Jakarta yang burem, murem, nggak kelihatan apa-apa, membawa suasana claustrophobic.... Suasananya... begitu damai... tenang...

Wah, jadi ngelamun tentang Ngawi. Padahal tadi sedang membicarakan tentang mudik. Jadi ceritanya, tadi pagi saya disuruh ibu ke stasiun Senen untuk... memesan tiket kereta (apalagi coba? Masa iya mau ngemis...). Karena libur ibu hanya sebentar, jadinya terpaksa pesan kereta eksekutif. Liat-liat harga, O-EM-JI..... Gile beut, tiket yang harga awalnya 220 ribu, naik jadi 450 ribu.... Olalalala beibeh.... pusing dah...

Ambil formulir, isi, isi, beres, tinggal ngisi nama kereta (sudah saya isi sebagian, isinya Argo titik-titik) dan tanggal. Ibu pesannya tadi nyari kereta tanggal 17 dan 24 (bisa langsung dipesan lho, buat baliknya! Yea!!!) September. Lihat status kursi di monitor LCD (duh, ngiler euy, liat el-ci-di-nya!), alamatjang.... Argo Lawu jurusan Jakarta-Solo tanggal 16 keatas sudah habis! Trus trus mata turun, mencari Argo Dwipangga.... tanggal 17.... masih 8! Yea! Langsung saya tulis, Argo Dwipangga, tanggal 17 September, jumlah Satu (buat ibu ajah). Trus nunggu deh, antrian, untungnya cuma ada dua bapak-bapak di depan, jadi kalaupun mereka beli Argo Dwipangga juga, masih bisa dapat jatah hehehe....

Setelah kurang lebih 10 menit menunggu, akhirnya giliran saya. "Mbak, tanggal 17, Argo Dwipangga satu. Dibungkus, nggak pake sambel ya!" (ups, ga ding... bagian terakhir nggak ada kok hehehe). Setelah menyerahkan formulirnya, saya bertanya lagi, "Mbak, mbak, sekalian pesan tanggal 24 september dari Solo. Adanya kereta apa ya, mbak?"
"Tunggu ya mas, saya cek dulu..." kata si mbaknya. Kemudian, "Argo Dwipangga, mas"
"Ada Argo Lawunya nggak, mbak?" Kenapa Argo lawu? Karena tiketnya lebihmurah 5 ribu dibanding Argo Dwipangga. Mayan kan, 5 ribu.... hehehehe...
Dicek lagi, kemudian, "Ada mas".
"Ya sudah, Argo Lawu satu tanggal 24!"
Selesai deh, akhirnya saya pulang dengan membawa dua tiket, seharga total 880 ribu. Gila beut. Ampun dah. Mahal....

Lha trus, kapan saya dan Ayah mudiknya??? Saya rencananya pulang sekitar tanggal 8,9,10 September, naik kereta bisnis ajah. Dan yang serem, tadi saya lihat kereta bisnis Senja Utama Solo, dari tanggal 13 sudah kosong.... Sedangkan Bangun Karta masih ada hingga tanggal 16. Waduh, gaswat, musti cepat-cepat pesan nih... tapi duwitnya kurang... terpaksa deh, besok. Ayah sekitar 4 hari sebelum Lebaran, numpang mobil saudara yang juga mudik. Ihh... nggak kebayang deh, mudik naik mobil... macetnya bo....

Mudik, oh mudik... orang sampai rela bersusah-payah, bermahal-mahal, demi mudik....


----update-------
tadi baru saja saya ke stasiun Senen untuk memesan tiket kereta api Bangunkarta, begini ceritanya:
"Mbak, kereta bangunkarta tanggal sepuluh masih ada kan?" tanya saya.
Si Mbaknya jawab, "Wah tanggal sepuluh keatas sudah habis mas, adanya tanggal sembilan..."
Langsung saja saya sambar, "Ya sudah, itu saja deh, mbak!"
Dan uang 130 ribu pun berpindah tangan....
Akhirnya saya jadi mudik tanggal 9 september....Ngawi, I'm coming (soon)....