Monday, September 06, 2010

0xDEADBEEF

w000t?!?! h@ck3D!?! Nope. Bukan. Saya cuma ingin membahas satu pemutar musik di Linux yang bernama DeaDBeeF (seperti dalam hexspeak 0xDEADBEEF) :D

Saya sudah lama mencari pemutar musik di Linux yang setara atau lebih dari pemutar musik kesukaan saya di MSWin: foobar2000. foobar2000 ini merupakan satu pemutar musik yang sangat baik. Dari segi tampilan sangat sederhana, tidak ada bling-bling semacam yang dijumpai di WinAMP, WMP, iTunes dll, tetapi fitur dan kluaran suara dari foobar2000 ini sangat baik. Dan lagi, tampilan foobar2000 ini sangat mdah dikustomisasi, asalkan anda memiliki kesabaran dan sedikit pengetahuan scripting. foobar2000 ini memiliki banyak sekali fitur dalam menangani berkas musik, dan sampai saat ini saya belum menjumpai perangkat lunak ekuivalen di Linux. Sayang sekali foobar2000 tidak tersedia di Linux, dan tidak ada keinginan pembuatnya untuk membuat versi Linuxnya.

Kemarin malam, saat sedang iseng menjelaja jjj (jejaring jagad jembar -- world wide web, internet istilah kerennya :D) saya bertemu dengan artikel yang membahas DeaDBeeF. Melihat tangkapan layarnya yang sepertinya menarik, langsung saya bertandang ke laman utama DeaDBeeF. Fitur-fitur yang didukung DeaDBeeF ini cukup lengkap, diantaranya (dikutip dari laman DeaDBeeF):

Main features (the list is most likely far from complete):
* mp3, ogg vorbis, flac, ape, wv, wav, m4a, mpc, tta, cd audio (and many more)
* sid, nsf and lots of other popular chiptune formats
* ID3v1, ID3v2.2, ID3v2.3, ID3v2.4, APEv2, xing/info tags support
* character set detection for non-unicode id3 tags - supports cp1251 and iso8859-1
* unicode tags are fully supported as well (both utf8 and ucs2)
* cuesheet (.cue files) support, with charset detection (utf8/cp1251/iso8859-1)
* tracker modules like mod, s3m, it, xm, etc
* HVSC song length database support for sid
* gtk2 interface with efficient custom widgets
* no GNOME or KDE dependencies
* minimize to tray, with scrollwheel volume control
* drag and drop, both inside of playlist, and from filemanagers and such
* control playback from command line
* global hotkeys
* multiple playlists
* album artwork display
* 18-band graphical equalizer
* metadata editor
* user-customizable groups in playlists
* user-customizable columns with flexible title formatting
* radio and podcast support for ogg vorbis, mp3 and aac streams
* gapless playback
* plugin support; bundled with lots of plugins, such as global hotkeys and last.fm scrobbler; sdk is included
* duration calculation is as precise as possible for vbr mp3 files (with and without xing/info tags)
* was tested and works on x86, x86_64 and ppc64 architectures. should work on most modern platforms
Yang membuat saya semangat adalah SEMUA hehehehe tapi terutama point keenam: dukungan cuesheet (berkas .cue). Apa sih cuesheet itu? Silakan baca-baca di sini. Banyak koleksi berkas musik saya yang berupa satu berkas besar dengan cuesheet sebagai penunjuk isi berkas tersebut. Kira-kira seperti daftar putar yang menunjukkan posisi tiap track musik di satu berkas musik besar tersebut.

Tanpa ba-bi-bu, langsung saya lakukan pemasangan di komputer saya. Saat ini komputer utama saya menggunakan LinuxMint 8 XFCE CE yag berbasis Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Pemasangan cukup mudah, untuk yang memiliki koneksi internet dapat langsung menambah repositori di Synaptic, sedangkan yang tidak memiliki koneksi internet dapat mengunduh langsung berkas pemasang di laman repositori PPA-nya di sini. Cara untuk menambah repositori PPA di Synaptic:
  1. Buka terminal, command line, prompt, console atau apapun anda memanggilnya, lalu ketik: sudo add-apt-repository ppa:alexey-smirnov/deadbeef kemudian tekan Enter
  2. Setelah mucul keterangan berhasil, ketik sudo aptitude update atau sudo apt-get update untuk memperbarui daftar perangkat lunak anda.
  3. Pasang DeaDBeeF dengan mengetik sudo aptitude install deadbeef atau dengan sudo apt-get install deadbeef
Cara penambahan repositori diatas berlaku untuk Ubuntu 9.10 keatas, sedangkan untuk versi dibawahnya, silakan buka petunjuk yang ada di laman repositori PPA DeaDBeeF.

Tampilan utama DeaDBeeF sangat sederhana, kira-kira seperti ini:

Tampilan diatas adalah tampilan default (maaf kalau tangkapan layar yang digunakan adalah tangkapan layar dari laman DeaDBeef, sebab saya lupa mengambil tangkapan layar hasil pemasangan di komputer saya :P)

DeaDBeeF ini tampilannya dapat dikustomisasi, walaupun belum sampai setaraf foobar2000. Kita dapat menambah atau mengurangi kolom, penggolongan berkas di daftar putar, sampai warna tampilan.


Hanya saja ada dua kekurangan dari DeaDBeeF yang menurut saya agak menganggu, yang pertama, rendering dari GUI DeadBeef ini masih agak kurang stabil. Saat kita mengubah ukuran tampilannya, entah itu ukuran kolom, jendela atau yang lain, maka tampilan huruf kolom di daftar putar akan sedikit rusak.

Kedua, tidak ada daftar pengumpul berkas/ koleksi berkas (music library). Jadi jika kita ingin memutar lagu, maka harus dengan menambah secara manual dari File > Add (Files, Folders, dll).

Secara keseluruhan, saya puas dengan DeaDBeeF. Ringan, bagus, sederhana, cukup lengkap. Saya terutama senang dengan kemampuan DeaDBeeF membaca berkas cuesheet. Daftar putar berisi album Enya di atas merupakan satu berkas musik besar dengan format FLAC, dengan rincian track lagu berada di cuesheet. Dan DeaDBeeF mampu menampilkannya dengan sempurna. Selain itu, track lagu yang memiliki tag dengan format huruf eksotis seperti jepang, cina, korea, rusia juga dapat ditampilkan dengan sempurna. Recommended!

0 comments: